Pupuk Masih Menjadi Kendala Bagi Para Petani
NABIRE - Dalam pengembangan dan pengelolaan usaha kelompok tani, kendala yang masih dialami para petani adalah soal pupuk tanaman. Untuk menekan persoalan pupuk ini, Pemerintah Kampung Bumi Raya SP1 Nabire, mengadakan pelatihan kelola limbah ternak menjadi pupuk. Kegiatan diikuti anggota kelompok tani dari 30 usaha kelompok tani yang ada di wilayah Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat.

NABIRE - Dalam pengembangan dan pengelolaan usaha kelompok tani, kendala yang masih dialami para petani adalah soal pupuk tanaman. Untuk menekan persoalan pupuk ini, Pemerintah Kampung Bumi Raya SP1 Nabire, mengadakan pelatihan kelola limbah ternak menjadi pupuk. Kegiatan diikuti anggota kelompok tani dari 30 usaha kelompok tani yang ada di wilayah Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat.
Pelatihan bagi para petani yang digelar tanggal 30 Januari 2023 lalu, salah satu materi pelatihan adalah mempraktekkan limbah ternak diolah menjadi pupuk tanaman. Materi pelatihan ini disajikan bagi para petani lahan kering dari beberapa kelompok tani yang ikut pelatihan.
Seperti dikatakan Kepala Kampung Bumi Raya, Mursito, rata–rata para petani dalam usaha pertaniannnya masih terkendala masalah pupuk. Untuk menekan masalah pupuk, para petani diberikan pengetahuan kelola sampah, khususnya kelola limbah ternak jadikan pupuk.
Dikatakannya, materi yang diberikan ini dengan harapan agar para petani bisa kelola limbah ternak menjadi pupuk untuk tanamannya.
“Cara kelola limbah ternak menjadi pupuk, simpel saja, tidak sulit dan tidak membutuhkan waktu lama. Hanya siram obat E4 di limbah ternak. Setelah siram, bau limbahnya akan hilang. Setelah kering limbahnya bisa menjadi pupuk untuk tanaman. Tetapi secara detailnya, para penyuluh pertanian sudah tahu. Sehingga para tenaga penyuluh pertanian akan berikan praktek di lapangan secara detail kepada para anggota kelompok tani,” kata Mursito kepada media ini di sela-sela pelatihan.
Lanjutnya, setelah pelatihan, para tenaga penyuluh akan ke setiap kelompok tani untuk memberikan praktek pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk.
Melalui pelatihan, dirinya mengharapkan para petani dapat menambahkan pengetahuan agar nantinya mampu mengelola limbah ternak menjadi pupuk. Guna mengatasi kendala pupuk dalam mengolah pertanian di masing-masing kelompok tani.
“Saya harap pengetahuan yang diberikan melalui pelatihan, dapat meningkatkan kwalitas para petani dan sesuai kemampuannya mampu mengolah sampah dan limbah ternak menjadi pupuk tanaman,” harapannya.
Dia menambahkan, kedepan jika ada dana sedikit lagi, akan berupaya melaksanakan kegiatan pelatihan atau kegiatan lagi bagi para petani lahan basah dan lahan kering, melalui kelompok tani yang ada di wilayah Kampung Bumi Raya.
“Kami bukan dinas pertanian tetapi dengan dana DD sedikit akan berupaya lagi untuk laksanakan kegiatan lain yang akan dapat bermanfaat bagi warga Kampung Bumi Raya yang rata-rata petani,” ungkapnya. (hbb)
Bagikan artikel ini



