Pupuk di Nabire Ada Dua, MPK Ponska dan Urea
NABIRE - Pupuk bersubsisi ada empat macam, khusus di Nabire cuma ada dua jenis, yaitu Mono Potassium Phosphate (MPK) Ponska, dan Urea.

NABIRE - Pupuk bersubsisi ada empat macam, khusus di Nabire cuma ada dua jenis, yaitu Mono Potassium Phosphate (MPK) Ponska, dan Urea. Sementara MPK Katau dan Organik tidak dapat untuk Nabire. Ponska dan Urea ini
untuk semua jenis tanaman bisa dan tidak ada spesifikasinya, tetapi kebanyakan petani di Nabire memakai Ponska.
Distributor Pupuk Indonesia melalui Direktur CV. Pratama Mandiri, Arianto, ketika podcast di PapuaposTV, Kamis (20/3/2025) lalu, mengatakan alokasi pupuk untuk Urea sebanyak 2.431 ton, Ponska 2.180 ton dan ini sangat besar bagi Kabupaten Nabire, dan tahun lalu 2024 pemakaian hanya 70 persen.
"Masalah pengawasan ini sangat ketat sekali, dan itu berjenjang. Mulai dari pembelian dari kios itu sudah online, dari kios juga sudah diawasi," katanya.
Menurut Arianto, data untuk petani, melihat dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), banyak yang tidak terdaftar dan malahan dari hasil pertanian itu sendiri.
"Kami ibaratkan pelaksana saja, ada RDKK dari dinas itulah yang kami layani, dan di luar dari pada itu kita tidak bisa layani karena itu menyalahi aturan," ucapnya.
Sejak tahun 2023, 2024 tidak ada lagi kelangkaan pupuk, karena kenaikannya 100 persen. Pendistribusikan juga sangat teratur, dan mekanisme sebagai berikut, dari pabrik ke gudangnya pabrik itu lini 2.
Lini 2 ke lini 3 itu gudang penyangga kabupaten, kota atau namanya distributor, lini 3 itu distribusikan lagi ke lini 4, yaitu pengecer
atau agen-agennya dan terakhir yaitu diedarkan lagi ke petani.
"Petani hanya bisa membeli pupuk hanya di lini 4, sesuai dengan RDKK nya," ujarnya.
Pupuk ini sangat mahal dan sangat besar biayanya pemerintah keluarkan, di Nabire sudah bersyukur pupuk berlimbah dan bagaimana gunakan pupuk ini sebagaimana mekanisme yang berlaku.
Pupuk sudah banyak, tinggal petani nanti bagaimana mengupayakan dengan bijaksana dan baik penggunakannya serta dosis yang baik. "Jangan sekali-kali ada masalah pupuk yang kurang, jangan teriak sana teriak sini,
datangi kami dan dengan dinas terkait akan mencari solusi yang terbaik untuk petani," pungkasnya.(tim redaksi podcast)
Bagikan artikel ini



