Puluhan Atlet Panahan Papua Tengah Ikuti Kejurnas Panahan Junior 2025
MIMIKA – Puluhan atlet panahan dari Provinsi Papua Tengah, mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2025. Kejurnas panahan digelar di Venue Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, selama 12 hari ke depan.

MIMIKA – Puluhan atlet panahan dari Provinsi Papua Tengah, mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2025. Kejurnas panahan digelar di Venue Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, selama 12 hari ke depan.
Tim panahan dari Papua Tengah ini, Selasa (24/6/25) kemarin, telah dilepas oleh Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Papua Tengah, menuju Kejurnas. Tim terdiri dari puluhan anak muda dengan beragam variasi umur, 10 – 18 tahun, sesuai kelas yang akan dipertandingkan.
“Ini pertama kali bagi banyak dari mereka bertanding di luar daerah,” kata Ketua Umum Perpani Papua Tengah, Elisabeth Cenawatin, yang didampingi Sekretaris Umum Perpani Papua Tengah, Sugiyono, saat melepas keberangkatan rombongan.
Meski berstatus pendatang baru, Elisabeth menegaskan kesiapan anak-anak asuhnya.
“Beberapa kali mereka tes dan latihan di sini sudah luar biasa. Kami percaya dan yakin mereka siap bersaing,” ujar Elisabeth yang juga merupakan Sekretaris II KONI Papua Tengah.
Rombongan ini terdiri dari atlet, pelatih, serta pendamping. Menurut Elisabeth, selain berlatih intensif dalam beberapa pekan terakhir, para atlet juga dibekali motivasi dan pemahaman untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat.
Ia tak menampik adanya tantangan mental bagi para atlet muda dari Papua Tengah. Namun Elisabeth memilih untuk menanamkan semangat juang, bukan kekhawatiran.
“Kita tunjukkan bahwa kita bisa. Tidak perlu malu atau minder. Meskipun kita dari daerah, kita bisa lebih hebat,” serunya, penuh keyakinan.
Sembari memotivasi anak-anak peserta, Elisabeth sempat menyampaikan pesan kepada para pelatih. Ia meminta agar para coach senantiasa memberi semangat dan menjaga mentalitas atlet.
“Panah tidak boleh miring kiri kanan, harus fokus. Jangan pikir mereka di kota besar alatnya lebih canggih, belum tentu mereka lebih hebat,” katanya, menyemangati.
Lebih lanjut kepada Galeripapua.com, Elisabeth menjelaskan bahwa kontingen ini akan mewakili Papua Tengah dalam berbagai kelompok usia: U10, U13, U15, dan U18.
“Atlet dari Nabire akan mengikuti kategori U10, U13, dan U15. Sementara atlet dari Mimika mengikuti kategori U18,” jelasnya.
Para atlet yang telah disiapkan ini diharapkan bisa menjadi wajah baru panahan Indonesia dari Timur. Mereka tak hanya membawa nama daerah, tapi juga harga diri dan harapan akan masa depan olahraga yang lebih merata dan inklusif.
Di tengah hingar bingar kontingen-kontingen dari kota besar, anak-anak gunung dari Papua Tengah datang membawa mimpi, busur, dan panah mereka. Lurus mengarah ke sasaran. (ppn/ist)
Bagikan artikel ini



