NABIRE - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Nabire, sudah terbentuk secara nasional dan untuk Kabupaten Nabire baru terbentuk dua tahun. Paguyuban ini terbentuk dalam skala yang cukup luas, terdiri dari banyak marga, dan dengan karakteristiknya sendiri-sendiri. Dan saking banyaknya akhirnya muncul paguyuban sosial marga-marga Tionghoa.

Ketua PSMTI Kabupaten Nabire, Anthony Wijaya, dalam bincang-bincang podcast bersama PapuaposTV, Selasa (18/3/2025) mengatakan, dengan adanya PSMTI semua perkumpulan dilebur jadi satu, dan kenapa ada sosial di dalamnya, memang tujuannya lebih kepada kegiatan sosial kemasyarakatan jadi tidak menjurus ke bidang-bidang yang lain.

"Memasuki tahun kedua tugas utama pengurus PSMTI mungkin lebih kepada ke arah bagaimana merangkul semua warga kita yang ada saat ini. Dikarenakan tanpa ada persatuan, kekompakan, maka akan mustahil PSMTI melakukan kegiatan kegiatan sosial bersama-sama," ujarnya.

"Dan ini menjadi tantangan kita sampai di tahun kedua ini, berusaha bagaimana caranya untuk menarik dan minta saudara-saudara kita agar mau terlibat secara lebih aktif di kegiatan sosial ini," katanya.

Dirinya menekankan, tidak gampang sudah memasuki usia dua tahun buat PSMTI.

Anthony mengajak teman-teman untuk menyatukan pikiran dan berusaha bagaimana caranya untuk mengembangkan ekonomi kreatif, atau kreatifas teman-teman di kalangan pengusaha muda Tionghoa, bagaimana untuk mencari uang, agar paguyuban ini punya dana yang cukup untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial.

"Tanpa ada dukungan dana yang cukup, mustahil kita bisa melakukan banyak hal apalagi kegiatan-kegiatan sosial," ucapnya.(tim redaksi podcast)