PSMTI Nabire Akan Menggelar Festival Cap Go Meh, Ini Merupakan Representasi Perayaan Imlek 2577

NABIRE - Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Nabire, Anthony Wijaya mengatakan akan menyelenggarakan Festival Cap Go Meh, di mana merupakan representasi dari perayaan Imlek 2026 atau tahun ke-2577.
Festival Cap Go Meh juga untuk mempererat tali persaudaraan keluarga Tionghoa di Nabire serta meningkatkan hubungan kerja sama dengan semua warga suku-suku yang lain yang ada di Nabire.
Ia menambahkan, untuk menjalin persaudaraan dengan semua suku yang ada di Nabire, terutama saudara kita yang Orang Asli Papua (OAP) serta memperdayakan mereka dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk terlibat dalam perayaan Festival Cap Go Meh.
Anthony memberikan pesan penting kepada anak-anak muda Tionghoa. Di mana Imlek ini bukan perayaan keagamaan dan harus-harus benar dipahami dan yang mudah-mudah harus pelajari.
Imlek bukan perayaan keagamaan ataupun hari besar keagamaan. Imlek adalah budaya Tionghoa yang dibawa oleh nenek moyang mereka dan masih berlangsung sampai sekarang. Imlek sendiri adalah budaya musim semi di cina daratan itu dirayakan untuk masuk musim semi.
“Ada beberapa kalangan agama yang mengatakan jangan ikut merayakan Imlek ataupun sekedar mengucapkan 'Gong Xi Fa Cai' itu dilarang dan ini benar-benar kekurangan literasi dan pemahaman. Juga tidak ada hubungannya agama dengan imlek,” kata Anthony ketika dihubungi melalui WhatsApp (WA) pada Senin (16/2/2026).
Dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 atau tahun ke-2577 dalam kalender Tionghoa yang berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. Di mana tahun ini dikenal sebagai Tahun Kuda Api.
Ketua PSMTI Kabupaten Nabire, Anthony Wijaya menjelaskan secara umum Imlek di Nabire dari warga paguyuban tidak banyak merayakan secara terbuka, seperti melakukan open house ataupun yang menerima tamu dan tidak banyak yang melakukannya.
Wakil Ketua PSMTI, Alex E. Manibuy menjelaskan pihaknya siap menghadapi kuda api ini dengan penuh optimis dan dengan segala kemampuan yang dipunya agar bisa melakukan sesuatu yang lebih berarti dan lebih bermanfaat.
Alex memberikan pesan-pesan kepada anak muda, dari pengurus PSMTI sudah menyiapkan generasi penerus dan mungkin anak-anak sekarang harus bisa lebih kuat dalam situasi yang penuh tekanan, seperti ekonomi dan budaya. Ia juga menjelaskan, Imlek ini bukan perayaan keagamaan dan lebih dititik beratkan kepada kebudayaan, budaya dan tradisi yang harus dipertahankan anak-anak muda dan pengurus.
“Mereka harus kuat dan tidak manja, harus fight dan lebih siap untuk menghadapi tantangan berikut dan suatu saat mereka akan jadi pengusaha yang sangat qualified dan lebih bagus,” katanya.
Ia menambahkan, kebersamaan dalam budaya dan semua budaya bisa dikolaborasikan. Dan di Cap Go Meh (CGM) besok yang akan dilaksanakan pada bulan April tanggal 17-19 tahun 2026. Konsep CGM tentu terkait dengan harmoni dan selama 3 hari akan berkolaborasi dengan budaya Papua, dan berkolaborasi dengan OAP, tentu dengan tujuan dalam hal membina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Nabire, baik OAP ataupun anggota PSMTI sendiri.
“Apa yang disampaikan oleh pusat, maka di daerah juga akan melakukan hal yang sama dan nantinya akan terfokus dalam kebersamaan dan budaya,” pungkasnya.(edi)
Bagikan artikel ini


