NABIRE – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nabire menggelar acara Wisuda dan Pengesahan Warga Baru (Pendekar Tingkat I) pada Sabtu (4/7/2026) di Padepokan Pencak Silat PSHT Cabang Nabire, Jalan Poros Bumiwonorejo-Wadio, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan perguruan pencak silat di Kabupaten Nabire. Turut hadir di antaranya Ketua PCNU Nabire sekaligus Kepala Suku MAJAPAHIT Papua Tengah, Agus Suprayitno, S.Sos., M.H., Kepala Kampung Wadio, serta sejumlah undangan lainnya.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Mukadimah Organisasi PSHT oleh Ketua Yayasan Bakti Insan Terate Nabire, Muh. Thohir, S.Pd., M.M., kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Cabang PSHT Nabire, Sutiyono.

Dalam sambutannya, Sutiyono menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini, PSHT Cabang Nabire mewisuda dan mengesahkan sebanyak 18 calon warga baru menjadi Warga Tingkat I atau Pendekar PSHT.

"Para warga baru yang disahkan hari ini diharapkan mampu menjaga nama baik organisasi, menjunjung tinggi persaudaraan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya, acara diisi dengan pembacaan sambutan Ketua Umum PSHT yang dirangkai dengan doa selamatan yang dipimpin oleh Sunaryo, A.R., S.Sos.

Dalam sambutan tersebut disampaikan salah satu momentum penting bagi organisasi, yakni pengakuan resmi Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) terhadap PSHT di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., yang telah final dan mengikat secara organisasi.

Dengan demikian, PSHT yang berhak menjalankan kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan di lingkup IPSI, khususnya di Kabupaten Nabire, adalah PSHT Cabang Nabire di bawah kepemimpinan Ketua Cabang Sutiyono yang berkedudukan dan bersekretariat di Padepokan Pencak Silat PSHT Jalan Poros Bumiwonorejo-Wadio, Nabire.

Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Nabire sekaligus Ketua Pengurus PSHT Provinsi Papua Tengah, Sunaryo A.R., S.Sos., juga mengimbau masyarakat agar memahami informasi tersebut dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi pencak silat secara tidak sah atau ilegal, yang dikhawatirkan dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi kepentingan pribadi.

Acara wisuda dan pengesahan berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan persaudaraan, serta ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama menikmati aneka tumpeng yang telah disiapkan panitia. (ist)