Protes Sejumlah Persoalan, Perawat RSUD Nabire Beraksi
NABIRE – Para kepala ruangan dan sejumlah perawat yang bekerja di RSUD Nabire, Jumat (24/10) sekitr pukul 10.00 WIT, menggelar aksi. Mendatangi Kantor Bappeda Nabire, para tenaga medis ini meminta penjelasan sejumlah hal yang terjadi di lingkungan kerja mereka (RSUD Nabire,
Bagikan
NABIRE – Para kepala ruangan dan sejumlah perawat yang bekerja di RSUD Nabire, Jumat (24/10) sekitr pukul 10.00 WIT, menggelar aksi. Mendatangi Kantor Bappeda Nabire, para tenaga medis ini meminta penjelasan sejumlah hal yang terjadi di lingkungan kerja mereka (RSUD Nabire, red). Diantaranya terkait insentif perawat yang pernah dibahas di DPRD Nabire, mempertanyakan informasi kenaikan insentif dokter, serta biaya operasional yang sempat dijanjikan namun hingga saat ini belum direalisasikan.
Puluhan tenaga medis RSUD Nabire diterima langsung oleh Ketua Bappeda Nabire, Frence The di ruangannya. Sejumlah perwakilan tenaga medis ini menyampaikan keluh kesahnya kepada Ketua Bappeda Nabire. Tak hanya soal insentif, namun sejumlah hal yang terjadi di RSUD Nabire juga disampaikan pada pertemuan itu.Salah seorang tenaga medis menyebutkan, insentif yang diterima oleh perawat sangat berbeda jauh dengan yang diterima oleh dokter, baik itu dokter umum terlebih lagi dokter spesialis. Perbedaan yang sangat mencolok ini menjadi pertanyaan bagi para perawat di RSUD Nabire. Karena sejauh ini beban kerja para perawat di RSUD terbilang sangat tinggi.Selain itu, katanya, pimpinan RSUD Nabire di waktu yang lalu sempat menjanjikan akan memberikan dana operasional untuk masing-masing ruangan. Hanya saja, dana operasional yang dijanjikan itu tidak terealisasi hingga saat ini.“Kita tahu banyak persoalan yang sering kali harus dihadapi oleh para perawat di RSUD Nabire. Kita ini yang lebih sering berhadapan langsung dengan pasien di RSUD Nabire. Tidak sedikit persoalan yang timbul akibat fasilitas yang tidak memadai. Dalam situasi tertentu, ada pasien maupun keluarga pasien yang bertindak akibat ketidaknyamanan dalam pelayanan RSUD Nabire. Hal-hal seperti ini, kita para perawat yang menghadapi,” tuturnya.Awalnya kita rencanakan ketika dana operasional itu turun ke masing-masing ruangan, dana itu bisa digunakan untuk membiayai kekurangan-kekurangan di ruangan. Sehingga bisa meminimalisir ketidaknyamanan pasien saat mendapat perawatan medis di RSUD Nabire.“Tidak sedikit keluhan dari pasien maupun keluarganya ketika mendapat perawatan di RSUD Nabire. Keluhan-keluhan itu muncul karena adanya kekurangan fasilitas dari RSUD Nabire sendiri. Salah satu contohnya soal tidak adanya air di kamar mandi. Hal-hal seperti ini, kita yang hadapi,” ujarnya.Ketua Bappeda Nabire, Frence The di hadapan tenaga medis menyampaikan bahwa dirinya baru saja mendiskusikan dengan sejumlah pejabat terkait soal RSUD Nabire ini. Pada kesempatan itu, Frence juga sempat membacakan daftar anggaran yang disampaikan pihak RSUD Nabire kepada pemerintah daerah. Terhadap pos-pos anggaran di RSUD Nabire yang dibacakan Ketua Bappeda, ada yang diamini oleh tenaga medis ini namun ada juga yang dipertanyakan.Frence The mengharapkan para tenaga medis memberikan informasi terkait dengan pos-pos anggaran di RSUD Nabire yang dibacakannya itu. Jika ada hal-hal yang tidak tepat, diminta untuk diinformasikan kepada pihaknya. Hal ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk mensikapi lebih lanjut soal pos-pos anggaran di RSUD Nabire nantinya. (ros)
Bagikan artikel ini



