Proses Belajar Mengajar di Nabire Belum Jelas
NABIRE – Kelanjutan proses belajar mengajar di Kabupaten Nabire hingga saat ini belum jelas. Kepala Dinas Pendidikan setempat me
Bagikan
NABIRE – Kelanjutan proses belajar mengajar di Kabupaten Nabire hingga saat ini belum jelas. Kepala Dinas Pendidikan setempat mengaku resah dengan situasi ini. Namun, baginya belum bisa memaksakan kehendak untuk proses belajar mengajar di sekolah kembali dilaksanakan sebagaimana mestinya mengingat situasi Pandemi Covid-19. “Kalau memang situasi seperti ini, kita belum bisa berbuat banyak untuk memaksakan proses pembelajaran berjalan seperti semula,” ujar Kadis Pendidkan Nabire, Yulianus Pasang di Nabire, Selasa (5/5/2020). Menurut Pasang, perlu kehati–hatian dalam mengambil kebijakan. Dan selaku Kadis, ia terus berkoordinasi dengan pimpinan daerah. Sehingga, sebagai bawahan selalu siap menunggu perintah, kapan KBM berjalan kembali di sekolah. Baik petunjuk dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. “Ini situasional. Kita tidak bisa paksa kehendak. Tunggu petunjuk pimpinan,” tuturnya. Namun untuk belajar di rumah, kata Pasang, pihaknya terus mengawasi proses belajar mengajar. Baik melalui online bagi siswa yang memiliki HP, Laptop dan jaringan. Termasuk belajar di RRI yang telah dijadwalkan dua kali sehari. Sementara bagi siswa yag tidak terjangkau oleh RRI, HP, Laptop dan jaringan, maka telah diinstruksikan oleh Dinas Pendidikan kepada para guru di area (pelosok), untuk selalu memberikan tugas kepada para muridnya untuk belajar dan dikerjakan di rumah dan selalu dipantau oleh kepala sekolah dan gurunya. Dan proses penentuan kenaikan kelas untuk kelas 1 sampai kelas 2 SMP maupun SMA/SMK maupun kelas 1 sampai 5 SD, maka sesuai petunjuk, lanjut Pasang, akan diambil dari nilai rata–rata semester yang sudah dilalui. “Kita belum tahu perkembangan seperti apa nantinya, tapi misalkan tidak dilaksanakan ujian semester, maka nilai dari semester bawah dan nilai ujian harian termasuk tugas–tugas selama di rumah yang diberikan, itulah menjadi penentuan nilai untuk kenaikan kelas,” ujarnya. Yulianus Pasang berpesan kepada siswa/siswa di bawah kelas tiga SMA/SMK dan kelas 6 SD tetap belajar di rumah sesuai tugas yang diberikan oleh guru melalui berbagai berbagai cara baik online, pesan singkat SMS bahkan dari siaran RRI Nabire. Juga kepada orang tua/wali siswa untuk terus mendorong dan memberikan perhatian serta motifasi kepada anaknya untuk tetap semangat untuk belajar. Karena belajar tidak hanya di sekolah, tetapi dari rumah juga terpenting, keberhasilan di dunia pendidikan ada karena pendidikan dari keluarga dan orang tua. Kalau pendidikan dalam rumah tangga tidak berjalan baik maka dengan sendirinya pendidikan di sekolah juga tidak berhasil. “Dan kepada para guru baik kepala sekolah maupun guru kelas agar selalu mengontrok siswanya. Baik melalui telepon, SMS atau cara lain agar memastikan siswa tetap belajar walau hanya dari rumah,” pesannya. (pas)
Bagikan artikel ini



