NABIRE - Dewan Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Fransiskus Tekege, selaku Ketua Program TB Yayasan dengan adanya kontrak masa kerjanya berakhir pada bulan Maret 2018, sehingga selanjutnya menyerahkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Nabire. Demikian diungkap Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP, di sela-sela apel gabungan awal bulan Maret bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Nabire, Senin (5/3),  bertempat di halaman Kantor Bupati Nabire. Dikatakan Isaias Douw, selaku pemerintah daerah dan seluruh warga masyarakat Kabupaten Nabire menyampaikan apresiasi yang mulia dan bangga kepada pihak Yayasan Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire yang mana bekerja keras hingga menangani atau mengatasi penyakit TB di Kabupaten Nabire ini secara serius dengan hati yang mulia. Karena itu, pada saat ini 48 kader yang sudah terlatih dan 14 pos TB desa yang sudah terbentuk akan diserahkan kepada pemerintah dalam hal ini kepada pihak kampung dan Puskesmas untuk dikembangkan. Pada kesempatan itu, Bupati Isaias menegasjkan, pihak yang terkait yakni Kepala Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit dan DPMK serta Kepala BPKAD di Bidang Anggaran bahwa program TB ini merupakan penyakit yang berbahaya bagi jiwa manusia hingga diharapkan kerja sama yang baik sesuai dengan keinginan bersama supaya teratasi secara menyeluruh di seluruh lapisan masyarakat di daerah ini dan terarah. “Sekali lagi terkait dengan hal ini, saya perintahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DPMK, Kepala BPKAD, Kabid Anggaran dan Yayasan Kristus Sahabat Kita segera berkoordinasi untuk membicarakan kelanjutan program ini. Saya mau program ini harus dilanjutkan agar Nabire benar-benar bebas dari TBC,” harapnya. (modes)