Program MBG Perlu Ada Sosialisasi ke Semua Satuan Pendidikan
NABIRE - Kepala Sekolah Dasar (SD) YPK Paulus Sanoba, Deni Heman Laturiuw, S.Pd-K.,M.Pd, meminta program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini lagi menjadi perbincangan hangat di semua satuan pendidikan, hendaknya disampaikan melalui sosialisasi ke semua sekolah di masing-masing satuan pendidikan agar programnya dan tepat sasaran.

NABIRE - Kepala Sekolah Dasar (SD) YPK Paulus Sanoba, Deni Heman Laturiuw, S.Pd-K.,M.Pd, meminta program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini lagi menjadi perbincangan hangat di semua satuan pendidikan, hendaknya disampaikan melalui sosialisasi ke semua sekolah di masing-masing satuan pendidikan agar programnya dan tepat sasaran.
Lantaran, hingga saat ini selaku kepala sekolah bersama dewan guru yang ada di SD YPK Paulus Sanoba belum tau siapa-siapa yang akan terlibat secara langsung dalam pengelolaan program makanan bergizi gratis ini, sebab sampai hari ini sekolah hanya dapat mengetahui ada program makanan bergizi gratis.
Perlu diketahui, bahwa adanya sosialisasi agar pihak sekolah juga ikut bertanggung jawab mensosialisasikan kepada orangtua murid melalui pengurus Komite Sekolah di masing-masing sekolah agar program makanan gratis juga mendapatkan restu dan dukungan dari orangtua murid.
Dikatakan Kepsek SD YPK Paulus Sanoba, Deni Herman Laturiuw kepada Papuapos Nabire, Sabtu (18/1/25) di ruang kerjanya, pemahaman sekolah sampai saat ini soal makanan bergizi gratis hanya sebatas informasi dan pengumpulan data siswa atau murid.
Dan perlu dipahami, bahwa apakah program makanan bergizi itu dilaksanakan pada awal tahun 2025 atau di awal tahun pelajaran 2025 /2026, jika itu dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2025/2026, maka kita masih punya waktu untuk mensosialisasikan kepada semua sekolah dan selanjutnya dari sekolah kepada orangtua murid.
“Karena berbicara soal gizi tentunya bukan tugas dari sekolah bersama Dinas Pendidikan, tetapi perlu adanya keterlibatan dinas-dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Perikanan serta Bulog Nabire,” ujarnya.
Untuk itu, selaku kepala sekolah siap menerima dan menyambut program nasional makanan bergizi gratis, namun diharapkan jangan asal jalan tetapi harus disampaikan kepada pihak sekolah dan orang tua murid dalam bentuk sosialisasi, karena akhir dari program makanan bergizi gratis yang digagaskan oleh Presiden RI saat ini, H. Prabowo Subianto hanya ada tiga, yakni ke depan ada anak Indonesia yang kuat, sehat dan cerdas.(des)
Bagikan artikel ini



