NABIRE – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua Tengah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting dan permasalahan gizi yang masih menjadi tantangan khususnya daerah Papua Tengah.

Dalam pelaksanaan program ini pentingnya kerja sama lintas sektor antara BGN, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan pihak sekolah agar program MBG dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan agar berjalan dengan baik dan tepat guna. Dukungan dari berbagai pihak, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang, tidak hanya bagi kesehatan peserta didik, tetapi juga bagi peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Seperti yang disampaikan oleh Harun El Rosyid sebagai pengawas SMA bagian dari Dinas Pendidikan terkait pelaksanaan MBG. program ini memang bukan berada langsung di bawah Dinas Pendidikan, melainkan dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional. Namun, Dinas Pendidikan tetap memiliki peran penting sebagai bagian dari Satuan Tugas (Satgas). "Dinas Pendidikan berperan sebagai anggota Satgas yang bertugas memantau, mengevaluasi, dan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai dengan standar dan tujuan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Koordinator Wilayah SPPG BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, saat diwawancarai di Nabire, bahwa mengatakan Papua Tengah merupakan salah satu daerah prioritas dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis karena kondisi geografis serta keterbatasan akses pangan di beberapa wilayah masih memengaruhi status gizi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya anak-anak, untuk memperoleh makanan yang bergizi dan seimbang. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan ekonomi masyarakat di Papua Tengah. Ia menilai bahwa penggunaan bahan pangan lokal juga dapat mendukung perekonomian masyarakat setempat. Petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil dilibatkan sebagai pemasok bahan pangan untuk kebutuhan program MBG. “Melalui program ini, kami berharap masyarakat lokal juga ikut merasakan manfaat ekonomi. Dengan begitu, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” kata Marsel Asyerem.

Manfaat program Makan Bergizi Gratis ini juga dirasakan langsung oleh siswa yang sekaligus didukung oleh orang tua /wali siswa. Demikian tanggapan dari salah satu siswa SMA Negeri 3 Nabire, Priskila Dorkas Rakinaung, Selain membantu pemenuhan gizi, program MBG juga dinilai mampu meningkatkan semangat belajar siswa. Siswa tersebut mengatakan bahwa keberadaan makanan bergizi gratis membuat siswa lebih antusias datang ke sekolah.“Pasti lebih semangat belajar karena banyak yang jadi lebih antusias datang ke sekolah dan tidak perlu khawatir tentang makan siang. Jadi suasana belajar juga jadi lebih baik,” jelas Priskila.

Respons positif juga datang dari orang tua siswa. Menurut Ephasari Trihestini Pandiangan,S.Pd. Sebagai orang tua yang anaknya sudah mendapat MBG mengaku sangat senang dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah anaknya.“Sebagai orang tua, saya tentunya sangat senang. Buah dan susu yang terkadang tidak selalu kami siapkan di rumah, tetapi melalui program MBG ini anak saya mendapatkannya,” katanya. Selain manfaat gizi, ia juga merasakan dampak ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis yaitu dapat mengurangi biaya hidup untuk memenuhi kebutuhan gizi. Ia berharap agar program Makan Bergizi Gratis dapat terus dilanjutkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan. (Kenia Masambe/Juara 2 Lomba Karya Jurnalistik HPN 2026 PWI Papua Tengah)