Primadona Pariwisata Papua Bergeser ke Nabire
NABIRE – Primadona bidang pariwisata di Provinsi Papua bergeser ke Nabire dari Wamena. Nabire akan menawarkan wisatawan kepada 4 obyek
Bagikan
NABIRE – Primadona bidang pariwisata di Provinsi Papua bergeser ke Nabire dari Wamena. Nabire akan menawarkan wisatawan kepada 4 obyek pusat bersama pendukung sekitarnya kepada wisatawan domestik dan mancanegara yang ke provinsi tertimur nusantara ini.Selain Hiu Paus di Yaur yang terjinak seantero nusantara, burung paradise (burung cenderawasih) di kawasan pantai barat Nabire (Distrik Yaur dan Teluk Umar) dan wisata alam lainnya di gugusan kepulauan Hairland bersama air terjun Bihewa menjadi pesona alam yang akan ditonjolkan daerah ini. Benda-benda budaya dari gunung dan pesisir (Meepago dan Saireri) yang akan dikoleksi melalui galeri benda budaya di Topo menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang akan berkunjung ke kota beribu julukan ini.Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kebudparpora) Kabupaten Nabire, Natus Gobai, S.Sos di ruang kerjanya, Selasa (8/10) mengatakan, Wamena yang selama ini menjadi pusat pariwisata di tanah Papua bergeser ke Nabire. Kini, Nabire menjadi pusat pariwisata di Papua, tidak lagi ke Wamena.Oleh sebab itu, kata Natus Gobai, untuk menarik wisatawan ke daerah ini, Dinas Kebudpapora Nabire menitikberatkan pembangunan obyek pariwisata pada empat titik pengembangan. Dengan harapan, empat titik pengembangan tersebut akan menjadi obyek-obyek wisata yang menarik dan menggerakan minat wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke daerah ini.Kadin Kebudparpora, Natus Gobai menjelaskan, titik fokus pertama adalah pengembangan obyek wisata Pantai Gedo dan sekitarnya. Kawasan obyek wisata ini, cukup dekat dengan kota. Pengembangannya tidak hanya Pantai Gedo tetapi juga sekitarnya.Titik pengembangan obyek wisata lainnya adalah Kepulauan Hairland. Pengembangannya meliputi obyek wisata dalam gugusan pulau-pulau di Teluk Sarera, mulai dari Pulau Pepaya hingga Kepulauan Moora.Potensi alam dan obyek wisata yang akan mampu menarik wisatawan mancanegara dan domestik adalah daerah wisata Yaur dan Teluk Umar. Karena, di dua distrik kawasan barat pesisir Kabupaten Nabire menyimpan potensi Hiu Paus di Yaur. Disamping itu, wisatawan juga dapat menyaksikan burung Cenderawasih yang dijuluki burung surga (paradise bird), bambu gila, air terjun dan situs sejarah.Wisata bahari yang menarik di kawasan pesisir barat Nabire, kata Natus, wisatawan bisa bermain dengan Hiu Paus dengan menyelam disana. Karena Hiu Paus di Yaur jinak sehingga wisatawan bisa bermain bersama ikan tersebut. Titik fokus ke empat, kata Natus Gobai, pemerintah daerah akan membuka galeri benda-benda budaya di Topo, Distrik Uwapa. Galeri tersebut akan menampung benda-benda budaya dari kawasan pesisir, adat gugusan Sareri dan wilayah gunung, yakni dari wilayah adat Meepago. “Nabire ini tempat pertemuan dua budaya antara gunung dan pesisir. Karena itu, kita bangun galeri benda-benda budaya pesisir dan gunung di Topo,” tuturnya.*DermagaUntuk menunjang pengembangan dan pengawasan wisata bahari dan wisata alam di daerah ini, pemerintah melalui Dinas Kebudparpora telah membangun derma di depan Taman Gizi, Oyehe. Pembangunannya dilaksanakan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan dana DAK dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar).Kepala Dinas Kebudparpora, Natus Gobai mengatakan dermaga yang ada terbuka juga kepada instansi pemerintah di daerah ini untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Karena, dermaga tersebut sebagai pintu keluar masuknya kapal putih (kapal pesiar untuk turis) untuk mengunjungi obyek-obyek wisata alam dan bahari di daerah ini.Natus menambahkan, jika dermaga ini mulai dimanfaatkan, akan menjadi pintu keluar masuk wisatawan dengan kapal putih dan perahu wisata lainnya.Menyinggung income dari obyek wisata di daerah ini, Natus mengatakan pemerintah daerah sedang mempersiapkan acuanya sebagai bahan masukan untuk Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum untuk memungut biaya. Hasil pungutannya, pemerintah mematok 70 persen untuk masyarakat dan 30 persen untuk pemerintah daerah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nabire. Pemerintah akan menentukan besaran pajak yang akan dikenakan di setiap obyek wisata dan menarik pajak setelah ada Perbup. Sementara ini sedang menunggu keluarnya Perbup.(ans)
Bagikan artikel ini



