NABIRE - Kepolisian Sektor Kota Nabire yang merupakan Polsek Urban dalam kurun dua pekan kemarin menangani empat kasus kriminal, diataranya percurian kendaraan bermotor dan jambret.

Kedua kasus yang menonjol terjadi akhir-akhir ini masing-masing satu kasus jambret dan 3 kasus Curanmor.

Hal ini seperti dijelaskan Kapolsek Nabire Kota Kompol Mardi Marpaung, S.Sos ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa siang kemarin.

Dikatakan mantan Wakapolres Paniai itu, sejak menjabat Kapolsek Nabire sekira dua Minggu ini, Polsek Nabire kota menangani 1 kasus Jambret dengan tersangka berinisial YG umur 19 tahun.

Penangkap kasus jambret dengan tersangka YG ini terjadi atau tempat kejadian perkaranya di sekitar Gereja Kristus Raja Jalan RE Martadinata Nabire. 

Perkara dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Nabire guna proses hukum selanjutnya.

Kemudian, lanjut Kompol Marpaung, kami (Polsek Nabire Kota) melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor. Merk KLX warna putih dengan tersangka berinisial PD.

Penangkapan terhadap tersangka PD ini di Dogiyai. Polsek Nabire Kota tentunya berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Dogiyai. Saat ini pelaku atau tersangka telah diamankan di Polsek Nabire, termasuk barang bukti kendaraan hasil curiannya.

Berikut masih kasus Curanmor, tambah Kapolsek Nabire, dengan TKP dan penangkapan tersangka ELSM di Samabusa. Pelaku ELSM ini baru berumur 17 tahun.

Selanjutnya, kita juga berhasil mengamankan seorang pelaku Curanmor berinisial MI. Ada 2 unit motor yang kita amankan di rumah tersangka berumur 43 tahun itu.

Kasus Curanmor ini masih dilakukan penyidikan mendalam, apakah kemungkinan ada tersangka lain atau tidak. Yang pasti saat ini pihak Polsekta Nabire telah mengamankan 1 tersangka jambret dan 3 pelaku Curanmor.

Menjawab pertanyaan media ini terkait apakah ada kaitan antara pelaku satu dengan lainnya dan menyangkut kemungkinan adanya sindikat Curanmor, jelas Kapolsek Kompol Marpaung, para pelaku tidak saling kenal dan TKP berbeda.

Artinya, antara satu pelaku dengan lainnya melakukan kejahatannya tanpa ada yang mengkordinir atau bukan bagian sindikat Curanmor. Diluar itu, asal suku pun mereka berbeda.

Diakhir wawancara, Kapolsek Nabire Kompol Mardi Marpaung menyampaikan pesan Kamtibnas kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nabire khususnya di daerah perkotaan Nabire untuk bersama-sama menjaga ataupun tidak memberi ruang akan terjadinya kasus kriminal terjadi.

Kejahatan kriminal terjadi bukan lantaran niat atau ada celah bagi para pelaku, melainkan adanya kesempatan. Demikian ini mengingat Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah yang mulai berkembang dalam berbagai aspek termasuk kejahatan atau tindak kriminal di tengah-tengah masyarakat.(wan)