Polres Nabire Ungkap Delapan Kasus 3C, Tujuh Tersangka Diamankan dalam Operasi Sikat Noken 2026

Nabire – Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Sikat Noken 2026, Polres Nabire bersama Tim Khusus Polda Papua Tengah berhasil mengungkap delapan kasus kejahatan 3C (pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor). Dari hasil operasi tersebut, tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk dua anggota kelompok yang dikenal masyarakat dengan sebutan "Geng Kapak."
Keberhasilan itu disampaikan Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Nabire, Kamis (6/8/2026).
Operasi yang berlangsung sejak 25 Juli hingga 10 Agustus 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya Polri menekan angka kriminalitas sekaligus menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.
"Dalam 14 hari pelaksanaan operasi, kami berhasil mengungkap delapan laporan polisi dan menetapkan tujuh orang sebagai tersangka," ujar Kapolres.
Salah satu hasil yang menjadi perhatian adalah keberhasilan mengamankan dua anggota kelompok "Geng Kapak", yang selama ini diduga kerap melakukan aksi pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata tajam berupa kapak. Kelompok tersebut dinilai telah meresahkan masyarakat dan menjadi salah satu target utama dalam Operasi Sikat Noken.
Kedua pelaku berinisial AE dan ME diketahui terlibat dalam tiga laporan polisi yang terjadi pada 29 Juli dan 3 Agustus 2026. Bahkan, salah satu tersangka, AE, diduga terlibat dalam lebih dari satu tindak pidana.
Selain mengungkap para pelaku, kepolisian juga melakukan evaluasi terhadap pola kejahatan yang terjadi selama operasi. Dari hasil analisis penyidik, sebagian besar aksi kriminal terjadi karena pelaku memanfaatkan kelengahan masyarakat.
Pada kasus pencurian kendaraan bermotor, misalnya, masih ditemukan banyak kendaraan yang ditinggalkan dalam keadaan kunci kontak masih terpasang. Sementara pada kasus pencurian dengan kekerasan, korban umumnya beraktivitas seorang diri pada jam-jam rawan. Adapun pada kasus pencurian dengan pemberatan, pelaku memanfaatkan lemahnya sistem pengamanan rumah maupun kendaraan yang diparkir di luar rumah.
"Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Nabire kini merupakan ibu kota Provinsi Papua Tengah yang menjadi pusat aktivitas dari tujuh kabupaten. Dinamika keamanan tentu ikut berubah sehingga kewaspadaan harus semakin ditingkatkan," tegas Kapolres.
Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan 62 unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan berbagai tindak pidana. Barang bukti itu terdiri atas 45 sepeda motor matik dan 17 sepeda motor sport atau motor besar.
Dari jumlah tersebut, tujuh laporan polisi telah memiliki barang bukti kendaraan yang berhasil diamankan. Sementara itu, sembilan unit sepeda motor lainnya ditemukan di lapangan tanpa adanya laporan kehilangan dari pemiliknya.
Kapolres mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan bermotor agar segera melapor ke Polres Nabire dengan membawa dokumen kepemilikan kendaraan. Langkah tersebut diperlukan agar penyidik dapat mencocokkan data kendaraan yang ditemukan dengan laporan kehilangan yang masuk sehingga proses pengembalian kepada pemilik yang sah dapat segera dilakukan.
"Kami mengajak masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan bermotor agar segera melapor dan datang ke Polres Nabire dengan membawa dokumen kendaraan. Hal ini penting agar proses identifikasi dan pengembalian barang bukti kepada pemilik yang sah dapat segera dilakukan," katanya.
Menurut Kapolres, keberhasilan Operasi Sikat Noken 2026 tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada aparat kepolisian. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjalin kerja sama dengan melaporkan setiap dugaan tindak pidana melalui Call Center Polri 110, Polsek terdekat, maupun langsung ke Polres Nabire.
"Keamanan Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari bergandengan tangan menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif," tutup Kapolres. (luk)
Bagikan artikel ini



