NABIRE - Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jayapura,Dr. Isak J.H. Tikayo, S.Kp.,M.Sc saat di wawancarai usai menggelar Sidang Terbuka Senat Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura dalam rangka Wisuda Lulusan Program Diploma III Tahun Akademik  2016/2017 Program Studi D –III Keperawatan dan D-III Kebidanan Nabire, Selasa (29/8) bertempat di aula Bethesda kepada wartawan mengatakan, untuk Prodi yang ada di Nabire dari Politekkes, dengan adanya lulusan Akademik 2016/2017 Prodi D-III Keperawatan dan D-III Kebidanan di harapkan bisa melanjutkan dengan uji kompetensi. Kata Dirinya, kedepannya untuk Nabire sendiri Kemenkes Republik Indonesia Politeknik Kesehatan sampai saat ini memang masih berstatus Prodi D- III, tetapi sementara ini masih di usulkan untuk peningkatkan status dari D-III menjadi Strata I (S1), sementara berjalan proses ini, akan di bangun sarana dan prasarana sebagai syarat untuk peningkatan status. “kemungkinan nanti untuk Strata satu kebidanan kedepannya, sudah bisa di buka untuk Kampus Nabire, karena sementara ini kami juga sedang usul untuk Prodi D-III akan di buka di Paniai,”ungkapnya. Dirinya berharap, kepada Pemerintah daerah Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya juga mendukung ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu dan berkualitas, salah satunya dengan ketersediaan SDM di bidang Kesehatan yang di hasilkan oleh Prodi D-III Keperawatan dan Prodi D-III Kebidanan Nabire dapat menjawab kekurangan tenaga medis di sejumlah wilayah, khususnya wilayah Meepago dan Lapago. “kami pada prinsipnya lebih banyak memprioritaskan Putra-Putri asli Papua untuk mau dan memangku pendidikan di bidang Kesehatan, khususnya Politeknik Kesehatan Jayapura. kami harap,  hal ini juga bisa menjadi sebuah kolaborasi tersendiri dengan Pemerintah Daerah, sehingga SDM yang tersedia untuk Papua di bidang Kebidanan maupun Keperawatan dapat di ambil dari Papua itu sendiri,”paparnya. Sementara itu, Kepala Program Studi D-III Keperawatan Nabire, Abraham Marei, SKM., M.Kes kepada wartawan mengatakan, untuk Tahun Akademik 2016/2017 Kampus Nabire telah meluluskan 73 Mahasiswa dari Prodi D-III Keperawatan, sedangkan untuk Prodi D- III Kebidanan sebanyak 53 Mahasiswa. Jika dibandingkan, memang tahun 2017 ada sedikit peningkatan dari jumlah kelulusan, namun tidak terlalu signifikan. “sebenarnya, anak-anak kita yang berada di wilayah Meepago dan Lapago banyak mempunyai minat untuk mengambil Prodi D-III Keperawatan, kami hanya di batasi 75 Mahasiswa Tahun ini, padahal yang mendaftar tahun ini sebanyak 200 pendaftar, padahal ada jurusan-jurusan lain yang mungkin tidak kalah bonafide seperti, jurusan Analis gizi, Farmasi, dan Elektro Medik, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, Rumah Sakit membutuhkan keahlian orang-orang yang mampu di bidang tersebut,”katanya. Dirinya berharap, bahwa lulusan Tahun Akademik 2016/2017 Prodi D- III Keperawatan dan Prodi D-III Kebidanan Nabire, harus di manfaatkan oleh Pemerintah Daerah, karena masih ada masyarakat yang membutuhkan tenaga medis, terutama di daerah-daerah terpencil bahkan, sampai saat ini mungkin belum ada petugas atau pelayanan kesehatan di tempat tersebut. Ini harus di manfaatkan Pemerintah dengan sebaik-baiknya, sehingga pelayanan kesehatan benar-benar tepat sasaran, dan masyarakat bisa menikmati pelayanan kesehatan yang benar-benar di layani dengan tulus oleh para petugas kesehatan. (cad)