Polisi Diminta Tindak Pelaku Pengrusakan Mobil HK
NABIRE – Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat (LPMA) Swamemo, Thobias Bagubau mengharapkan pihak kepolisian menindak pelaku peng
Bagikan
NABIRE – Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat (LPMA) Swamemo, Thobias Bagubau mengharapkan pihak kepolisian menindak pelaku pengrusakan mobil milik Calon Bupati Paniai, Hengky Kayame. Dirinya mewanti-wanti jangan sampai tindakan-tindakan seperti ini akan mengganggu proses Pilkada di Kabupaten Paniai. “Kejadian Sabtu (10/3) pada jam 2 siang sekelompok orang melakukan pemalangan mobil yang dikendarai oleh calon bupati Paniai, Hengky Kayame. Sekelompok orang itu melakukan pengerusakan mobil. Atas tindakan ini, kami harapkan pihak aparat kepolisian untuk menindaklanjuti,” ujar Thobias kepada awak media saat jumpa pers, Minggu (11/3) kemarin. Dirinya selaku pihak lembaga pengembangan masyarakat adat yang sementara mewadahi tiga suku Wolani, Mee, dan Moni, menilai apa yang dilakukan sekelompok orang itu merupakan tindakan anarkis. Menurut Thobias, jika hal ini ada kaitannya dengan proses hukum dari pihak Hengky Kayame, seharusnya pihak yang berseberangan juga bisa menempuh jalur hukum dan tidak melakukan tindakan anarkis. Lebih lanjut dikatakan Thobias, jika ada pihak yang merasa dirugikan dalam proses Pilkada di Kabupaten Paniai, diharapkan bisa menempuh jalur yang seharusnya, yakni jalur hukum. Jika yang dilakukan adalah tindakan anarkis, kata dia, ini akan merugikan hak demokrasi orang lain. Dirinya berharap proses Pilkada di Kabupaten Paniai bisa mewujdukan nilai-nilai demokrasi, kedamaian, dan keadilan. “Masalah seperti ini kedepan jangan terjadi lagi. Karena hal ini bisa saja memicu terjadinya bentrok antara pihak kandidat dan bisa berimbas tidak bisa tercapainya proses demokrasi seperti yang diharapkan semua pihak,” ujarnya. Berbicara soal Pilkada di Kabupaten Paniai, lanjut Thobias, siapapun yang mencalonkan diri kita kembalikan kepada masyarakat karena masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin mereka. Tetapi yang kita jaga hari ini adalah tindakan-tindakan anarkis yang kemudian mengganggu proses Pilkada. “Hal ini yang kita wanti-wanti supaya proes ini kedepan berjalan baik, itu harapan kami. Sehingga siapapun dia, apapun yang ditetapkan oleh KPU proses ini kita ikuti biar jalan dulu sehingga persoalan dengan hukum silahkan berhubungan dengan hukum juga. Jangan sampai persoalan antara dua pihak calon ini berdampak terjadinya konflik di tengah masyarakat. Jika ada persoalan silahkan diproses melalui jalur hukum, jangan melakukan tindakan anarkis,” harapnya. (ros)
Bagikan artikel ini



