Polban Nabire Terbakar?
NABIRE – Poliklinik Kesehatan 17.09.01 Nabire yang dikenal masyarakat umum dengan Polban di Nabarua terbakar. Namun, berkat kesiapan p
Bagikan
NABIRE – Poliklinik Kesehatan 17.09.01 Nabire yang dikenal masyarakat umum dengan Polban di Nabarua terbakar. Namun, berkat kesiapan pimpinan dan staf Polkes Detasemen Kesehatan Wilayah 17.09.03 Biak berhasil dipadamkan sehingga tidak nyala api dan tidak melebar.Pimpinan dan staf Polkes milik TNI AD berhasil dipadamkan karena fasilitas kesehatan tersebut menyimpan alat pemadam kebakaran berupa Apar dan menggunakan karung. Nyala api dipadamkan dengan dua media pemadam kebaran tersebut.Sukses menyelamatkan fasilitas pelayanan umum dan mematikan sijago merah sebelum melebar ini dipraktekkan pimpinan dan staf Polkes Polban, Kamis (19/8) pagi saat simulasi pemadaman kebakaran yang disajikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire kepada pimpinan dan staf Polban Nabire.Staf Polban mempraktekkan pemadam kebakaran dengan menggunakan media karung basah untuk mematikan nyala api ketika terlihat adanya kebakaran, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Saat simulasi, juga mempraktekan pemadaman ketika mulai api berkobar dengan menggunakan alat pemadam kebaran APAR.Simulasi pemadam kebakaran tersebut disaksikan Kepala Poliklinik Kesehatan 17.09.01 Nabire, Lettu Reinard Perangin-angin didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nabire, Menase Yoteni mewakili Kepala Pelaksana BPBD Nabire, Victor Fun. Peragaan tersebut dilaksanakan di halaman Polkes.Saat peragaan, staf Polkes mensimulasikan memadam kobaran api dengan alat pemadam kebakaran Apar dan menutup nyala api dengan karung basah. Dua alat tersebut lebih aman untuk memadam nyala api sebelum menjalar lebih luas, dibanding alat pemadam kebakaran lainnya.Theodorus Irianto dari BPBD Nabire saat mengenalkan alat pemadam kebakaran kepada pimpinan dan staf Polkes Nabire, mengatakan pemadam kebakaran Apar lebih nyaman dibanding alat pemadam lainnya. Kelemahannya, alat ini hanya sekali pakai, dibanding alat pemadam kebakaran lainnya. Sebab jika sudah dipakai sekali saja, isinya akan habis pelan-pelan.Sementara untuk memadam kebakaran dengan karung basah, disarankan agar melindungi tangan dari panas dan terbakar dari nyala api. Juga diingatkan agar memadam api dengan tenang, jangan panik dan membuang karung basah karena dengan membuang karung, api tidak akan padam dengan baik. (ans)
Bagikan artikel ini



