Pola Pelayanan Klinik RSUD Nabire Menuju “New Normal”
NABIRE - Pelayanan Poli Klinik pada masa pandemi Covid–19 BLUD Nabire yang diberlakukan sejak Rabu (10/06) hingga saat ini berjalan se
NABIRE - Pelayanan Poli Klinik pada masa pandemi Covid–19 BLUD Nabire yang diberlakukan sejak Rabu (10/06) hingga saat ini berjalan sesuai protokol Covid–19 yang menuju “New Normal”.
Kata Direktur BLUD RSUD Nabire, dr. Andreas Pekei, Sp.PD saat diwawancarai melalui sambungan telephone selularnya mengatakan, pelayanan di BLUD RSUD Nabire tetap berjalan seperti biasa.
Namun, untuk menerapkan protokol Covid menuju New Normal (normal baru), pelayanan kesehatan di poliklinik BLUD RSUD Nabire juga berjalan dengan pola jadwal pelayanan poliklinik yang bergilir setiap harinya.
Seperti klinik bedah pelayanannya dibuka setiap hari Selasa dan Kamis, kemudian klinik anak dibuka pelayanan setiap Senin dan Rabu, klinik gigi setiap Senin dan Rabu, demikian juga dengan klinik-klinik lainnya.
Lanjut Direktur, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/06), bagi pasien yang ingin berobat ke rumah sakit dengan gejala sakit ringan seperti flu dan batuk, tidak boleh langsung ke RSUD, lakukan pemeriksaan ke Puskesmas terlebih dahulu, jika nantinya dalam hasil pemeriksaan di Puskesmas pasien tersebut perlu dirujuk ke RSUD untuk penanganan selanjutnya, maka pihak Puskesmas akan mengeluarkan surat rujukan ke RSUD Nabire, surat rujukan tersebutlah yang menjadi dasar pihak RSUD untuk melayani pasien rujukan dari Puskesmas.
“Kalau sakit-sakit biasa seperti batuk, pilek atau flu atau juga demam-demam biasa mungkin satu hari atau dua hari, saya rasa cukup berobat ke Puskesmas, tidak perlu datang ke RSUD.
Yang bisa dibawa langsung ke IGD mungkin kalau pasien tersebut mengalami sesak nafas berat, patah tulang, pendarahan, nyeri hebat atau kecelakaan itu bisa masuk langsung ke IGD RSUD, ini kita lakukan supaya menghindari penumpukan pasien dan menjaga social distancing di RSUD Nabire selama masa pandemi Covid–19 ini,” ungkap, Dokter Specialis Penyakit Dalam yang juga merupakan Direktur BLUD RSUD Nabire ini.
Menurutnya, mau tidak mau, suka tidak suka, warga masyarakat Nabire harus mampu mengimplementasikan dan menjalankan tatanan hidup baru atau dengan kata trend saat ini yaitu new normal dalam kehidupan sehari-hari.
New normal adalah normal yang baru, sehingga jika seseorang masih menerapkan cara kehidupan yang lama, berarti dirinya belum new normal.
Artinya, kalau tidak pakai masker, tidak rajin mencuci tangan, suka berkumpul, tidak menjaga jarak, berarti dirinya belum new normal.
Sekarang, kalau orang menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, tidak bersalaman atau bersentuhan, berarti dirinya sudah new normal.
“Jadi sekarang kalau kita lihat orang pakai masker, rajin cuci tangan atau pakai hand sanitizer sehabis memegang sesuatu benda, menjaga jarak, itu berarti orang itu normal.
Tapi kalau orang itu tidak memakai masker, tidak rajin cuci tangan, selalu bersentuhan, bersalaman, berarti orang itu tidak normal,” pungkasnya.(cad)
Bagikan artikel ini


