Plt Sekda Buka Diklat Prajab Golongan I, II dan III Dogiyai
DOGIYAI – Pada hari Jumat (2/11), bertempat aula Serbaguna GKIP Kalvari Digikotu Moanemani Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai Natalis Degei, S.Sos, mewakili Bupati Caretaker Emanuel Enembe membuka dengan resmi Diklat Prajabatan bagi
Bagikan
DOGIYAI – Pada hari Jumat (2/11), bertempat aula Serbaguna GKIP Kalvari Digikotu Moanemani Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai Natalis Degei, S.Sos, mewakili Bupati Caretaker Emanuel Enembe membuka dengan resmi Diklat Prajabatan bagi golongan I, II dan III, formasi data base Kategori 2 (K2) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai ditandai pemukulan Tifa.
Ketua panitia penyelenggara sekaligus Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Dogiyai Yance Agapa, SH.,M.Si, dalam laporannya menyebutkan, penyelenggaraan Diklat Prajabatan bagi formasi data base K2 tahun 2013 di lingkungan Pemkab Dogiyai dilaksanakan berdasar, Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), UU Nomor 8 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Dogiyai, Surat Keputusan Bupati Kabupaten Dogiyai Nomor : 800/322/BKD/2014, tentang pengumuman hasil seleksi calon pegawai negeri sipil formasi tahun 2013 Kabupaten Dogiyai.Selain itu, Peraturan Kepala Lembaga Admintrasi Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNSD Golongan I, II dan III yang diangkat dari jalur honorer dan ijin peyelenggaraan dari Kepala Badan Diklat Propinsi Papua nomor 893.3/789/Diklat tanggal 21 November 2016.Dikatakan, tujuan prajabatan tersebut memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan, kebangsaan kepribadian dan etika pegawai negeri sipil. Disamping pengetahuan dasar tentang sistim peyelenggaraan pemerintahan.Sedangkan sasaran Diklat prajabatan terwujudnya Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang memiliki kompetensi sesuai persyaratan penangkatan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sedangkan peserta Diklat Prajabatan terdiri dari golongan I berjumlah 42 orang, golongan II berjumlah 281 orang dan golongan III berjumlah 7 orang, dengan jumlah keseluruhan berjumlah 330 orang. Tenaga pengajar widaswara pada Diklat prajabatan itu berasal dari Badan Diklat Propinsi Papua. Diklat tersebut mulai tanggal 2 Desember sampai berakhir penutupan 9 Desember 2016 nanti. Peserta dibagi dalam tiga kelas tempat diantaranya, di Aula Serbaguna Garfari Digikotu, Aula Koteka dan Moge dan Aula Pemerintah Dogiyai.Lanjutnya, metode pembelajaran adalah metode pembelajaran orang dewasa dan disajikan dalam bentuk tanya jawab, ceramah dan diskusi prasarana dan sarana terdiri dari ruang kelas, LCD dan sound sistem. Sumber dana berasal dari pada BKD Dogiyai tahun anggaran 2016.Sementara itu, Caretaker Bupati Emanuel Enembe dalam sambutannya yang dibacakan Plt Sekda Natalis Degei mengatakan, penyelenggaraan Diklat prajabatan bagi CPNS pada dasarnya untuk mengangkat pengetahuan dan ketrampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara proposional dilandasi oleh kepribadian dan etika.“Mampu berperan sebagai pembaharu, perekat persatuan dan kesatuan, meningkatkan sikap dan semangat pengabdian dalam rangka pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan bagi masyarakat,” kata Sekda Natalis Degei hal itu tentunya, kesamaan visi dan misi dinamika dan pola pikir dalam melaksanakan tugas serta mengembang amanah rakyat demi terwujudnya masyarakat yang Madani.Pengetahuan ketrampilan dan keahlian, sikap, perilaku serta motivasi diri pada akhirnya membentuk nilai-nilai moral. Degei mengingatkan kepada peserta bahwa aspek–aspek tersebut ini bila dilandasi dengan niat yang tidak baik, dapat dipastikan bahwa moraliras aparatur akan semakin terpuruk. “Namun niat kita aparatur tulus berorientasi kepada nilai-nilai yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, maka diyakini, moral yang selama ini terjadi dikalangan aparatur pemerintah secara perlahan akan mengalami perubahan. Niat sesunguhnya merupakan komitmen pribadi masing-masing. Keteladanan hati nurani yang paling dalam yang merupakan menjadi nilai-nilai mendasar, kepatuhan dan ketaatan terhadap nilai–nilai yang diyakini sebagai pandangan hidup merupakan andil yang cukup berarti bagi terciptanya akuntabilitas sikap ketidak pedulian bersumber dari aparatur maupun masyarakat terhadap kondisi sosial masyarakat, sehingga mengabaikan dan mengumpalnya permasalahan yang ada di masyarakat,” tandasnya.Natalis Degei berharap, perlu sekali tindakan penyempurnyaan secara sistematis. Selanjutnya untuk meningkatkan pengetahuan keahlian ketrampilan perilaku baik aparatur dan masyarakat. Kesenjangan yang terjadi di masyrakat dapat dieliminir, pembenahan sektor pemerintahan tahapan untuk mewujudkan, hal ini kita mulai dengan melakukan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan.Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan kepada peserta Diklat untuk mengikuti dengan sikap kesungguhan, sikap tulus dan penuh kesadaran. Dengan pengertian bahwa pemerintah tidak memaksa saudara untuk mengikuti Diklat ini, saudara telah menjalani masa uji coba selama hampir empat tahun sebelum diangkat menjadi PNS. Sehingga saudara telah mendapatkan, merasakan suka duka bila menjadi aparatur sipil negara.(donatus degei )
Bagikan artikel ini



