DOGIYAI – Pelaksana Bupati Dogiyai, Herman Auwe, resmi membuka pameran mama-mama yang tergabung dalam Wanita Katholik Republik Indonesia (WKRI), Distrik Kamuu Timur dan Kamuu Utara, di Idakebo, Kamuu Timur, Senin (15/8). Herman Auwe mengatakan, mama–mama terus mengembangkan hasil karyanya. Terutama mama–mama WKRI dua distrik yakni Kamuu Utara dan Timur yang sedang dilakukan saat ini. Mama–mama juga terus memerdekakann diri. “Kata merdeka itu, bukan yang dituntut Papua merdeka tetapi merdeka itu mulai dari keluarga. Berdiri mandiri dan berusaha keluarga terutama kaum laki-laki untuk bagaimana berpikir keluarga untuk hidup sehat,” ujar Herman.Menurutnya, yang dimaksud dengan kata merdeka juga adalah berusaha hidup mandiri dengan keluarga.”Bapak–bapak tidak pernah mandiri dan berusaha keluarga dalam hidup. Terutama dalam memperjuangkan kerja dalam menghidupi keluarganya. Saya sangat mengapresiasi mama–mama yang saat ini sedang menampilkan hasil kreativitasnya,” jelas Herman.Untuk mewujudkan itu, kata Herman, mulai dari anak, ibu dan bapak harus bersatu. Harus bekerjasama untuk mencari nafkah hidup. ”Jangan dibiarkan mama–mama untuk korban, untuk mencari nafkah hidupnya, kalau keluarga sudah mandiri dan hidup sejahtera maka itu yang disebut merdeka,” tuturnya.Pada kesempatan itu, Herman juga menyampaikan akan membantu dana kepada mama–mama WKRI. ”Dalam minggu besok saya akan membantu dana kepada mama–mama senilai 100 juta. Ini saya bantu mama–mama,” katanya.Ketua panitia, Yustinus Agapa, mengaku untuk menyelenggarakan kegiatan pameran ini sudah direncanakan dari dulu. Namun, karena semakin dekat HUT RI maka sudah gabungkan dalam kegiatan HUT RI dalam rangka memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia.“Kami juga menghargai kemerdekaan Indonesia. Sebab, mama–mama sedang menampilkan hasil karya–karya seperti dulunya mama–mama ini tidak bisa membuat kue tetapi sekarang bisa membuat kue, terus bisa membuat pakaian. Melalui kemerdekaan ini masyarakat bisa berubah ke arah yang baik, ini yang kami menghargai,” katanya.Dengan kebanggaan Hari Kemerdekaan RI ini, kata Herman, mama–mama WKRI bisa memamerkan hasil–hasil karyanya. ”Pameran hasil karya ini, direncanakan akan berlansung hari ini, Kamis (15/08) hingga Rabu (17/08),”  jelasnya.Sebelumnya, ujar Ketua PGRI, WKRI dimulai dari nol, atas kerja keras mama–mama itu sendiri. Jadi, komitmen bekerja keras itu terlihat usaha–usaha mama–mama ini. Sehingga kami minta kepada pemerintah untuk terus mendukung dan menfasilitasi kepada mama–mama. Ia juga mengaku selama ini yang mendukung dana kepada mama–mama melalui PKBM . Untuk itu, diminta agar PKBM juga tolong diperhatikan, sebab selama ini yang menfasilitasi dana untuk pelatihan-pelatihan. (gus)