NABIRE - Kepala Suku Besar Wilayah Pegunungan Tengah, Yakobus Muyapa tetah tutup usia (wafat) pada Jum’at (22/5). Setelah dikremasi, Senin (24/5) kemarin, jenasah almarhum dimakamkan. Prosesi pemakaman dihadiri oleh hampir seluruh komponen masyarakat. Plh Bupati Nabire, Drs.Johny Pasande, dalam sambutannya, mengatakan Almarhum Yakobus Muyapa merupakan tokoh pemerintahan sekaligus tokoh masyarakat. Dikatakan tokoh pemerintahan, menurut Johny Pasande, karena semasa hidupnya almarhum telah mengabdikan dan mendedikasikan dirinya dalam karier jabatan pemerintahan.“Kita yang hadir disini merasa sangat kehilangan seorang tokoh yang dikagumi dan diteladani, teristimewa di kalangan masyarakat adat dan pegawai negeri sipil,” ungkapnya.Kata Plh Bupati yang telah lama mengenal almarhum, bergaul dengannya  sangat menyenangkan karena almarhum merupakan sosok yang mudah bergaul dan mudah dekat karena keramahannya.Atas nama pemerintah, Johny Pasande menyampaikan rasa hormat dan berduka cita atas meninggalnya Yakobus Muyapa, seraya berharap almarhum diterima Tuhan apalagi meninggalnya Yakobus Muyapa bersamaan dengan Hari Pentakosta, hari pencerahan, hari Roh Kudus yang akan menyertai keluarga yang ditinggalkan. “Semoga almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.Sementara itu tokoh masyarakat dan tokoh politik Yulian Yap Marey, dalam sambutannya mewakili para kepala suku di Kabupaten Nabire mengatakan, mendengar meninggalnya Yakobus Muyapa merasa sangat sedih bahkan sampai menangis karena merasa almarhum merupakan figur yang hebat yang patut dijadikan contoh dan teladan.“Saya kenal dengan almarhum sudah sangat lama, kami pernah merencanakan gerakan Papua Merdeka, namun di tahun 1975, kami berpikir itu percuma dan akan mati sia-sia, rakyat akan sengsara, oleh karena itu kami berbalik haluan dan bergabung dengan NKRI untuk membangun rakyat mulai Sabang sampai Merauke,” tuturnya.“Kami bersatu membangun Republik Indonesia di Kabupaten Nabire dan hasilnya Nabire telah mengalami kemajuan pesat dalam pembangunan seperti yang kita lihat sekarang ini,” ungkapnya.Menurutnya, hal itu juga tidak lepas dari kehebatan mantan Bupati Isaias Douw yang mengumpulkan para kepala suku di Nabire selanjutnya dilantik sebagai kepala suku serta 70 ketua kerukunan.“Kami selalu berjalan dan berkomunikasi, berkoordinasi dengan aparat, baik Kaplores, Dandim bagaimana agar hukum adat kita junjung, selagi hukum adat mampu menyejahterakan masyarakat kitaterus meminta dukungannya. Bila ada masalah almarhum selalu mampu untuk menyelesaikannya,” tandasnya.Menurut Yap Marey, meninggalnya Yakobus Muyapa adalah kehilangan seorang tokoh yang luar biasa. Sulit mencari sosok seperti almarhum. “Dalam menyelesaikan permasalahan, almarhum selalu menggunakan hukum adat dan mampu diselesaikan dengan baik,” katanya. (iing elsa)