Plh. Bupati Imbau ASN Netral di Pilkada Nabire
NABIRE – Terkait soal netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nabire pada Pilkada Nabire, sempat mendapat sorotan dari tok
NABIRE – Terkait soal netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nabire pada Pilkada Nabire, sempat mendapat sorotan dari tokoh masyarakat yang hadir saat pertemuan dengan Forkopimda, beberapa hari lalu. Mensikapi masukan ini, Plh. Bupati Nabire, Daniel Maipon, S.STP mengimbau agar seluruh ASN di wilayah Kabupaten Nabire bersikap netral pada Pilkada Nabire.
“Saya garis bawahi, kami akan memantau secara langsung kepada para ASN yang terlibat langsung. Kami juga akan pantau bagi ASN yang ikut mengekspose hal-hal yang menjurus kepada salah satu kandidat dan hal-hal yang menjurus profokatif bagi Kamtibmas di Kabupaten Nabire,” ujar Daniel Maipon.
Dan hal ini sudah sejalan dengan ketentuan aturan, dimana ASN dilarang untuk memihak. Sehingga mulai hari ini, Plh. Bupati Nabire akan meminta kepada staf-stafnya untuk mulai mengikuti dan memantau para ASN, terutama yang berkomentar dengan nada profokatif di media social seperti facebook atau media sosial lainnya.
“Kita akan pantau ASN yang ikut memprofokasi atau menyatakan langsung dukungannya kepada salah satu kandidat atau yang ikut membakar suasana terkait dengan kandidat satu dengan yang lainnya atau pun kepada pihak yang lain,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, di ASN ada aturan yang akan menjadi alat ukur indicator bagi seorang ASN sehingga ini yang nanti akan dilakukan. ASN yang dimaksud disini, kata Maipon, adalah pegawai negeri dan honorer.
“Kami terima kasih dengan pertemuan dan adanya koreksi dari tokoh masyarakat dan ini akan kami kerjakan. Kami berharap jangan sampai kami tindak lanjut kemudian ada hal-hal yang dirasa tidak enak oleh lain pihak. Tapi kami ASN punya aturan dan kami akan mulai melihat dari putusan MK sampai Pilkada selesai. Kami juga berharap ada dukungan dari rekan-rekan media dan juga seluruh masyarakat untuk kita sama-sama mengawal Pilkada ini agar bisa berjalan aman dan damai,” tuturnya.
Tambah Daniel Maipon, ssuai aturan ASN masih diberikan hak untuk dipilih dan memilih. Sehingga para ASN ini masih diberikan kesempatan untuk memilih kandidat yang disukai atau yang dianggap baik bagi pembangunan di Kabupaten Nabire. (ros)
Bagikan artikel ini



