PKB Papua Tengah Gelar Muscab, Fokus Perkuat Kaderisasi dan Target Kursi

NABIRE - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus bergerak cepat memperkuat mesin partai di wilayah Papua Tengah. Melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Aula RRI Nabire, Sabtu (25/04/2026), PKB berkomitmen memperkokoh kaderisasi sekaligus menetapkan target ambisius untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada kontestasi politik mendatang.
Ketua DPW PKB Papua Tengah, Kristianus Agapa, secara resmi membuka agenda besar tersebut. Dalam pidato pembukaannya, ia menegaskan Muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen vital organisasi untuk melakukan konsolidasi internal serta evaluasi mendalam terhadap kepemimpinan partai di tingkat daerah.
Menurut Kristianus, rangkaian Muscab ini merupakan kelanjutan dari proses serupa yang telah tuntas di tingkat pusat dan wilayah. Dengan menyisir kekuatan di tingkat kabupaten, PKB ingin memastikan struktur partai tetap kokoh dan relevan dengan dinamika politik lokal, sehingga mesin organisasi siap bekerja maksimal hingga ke akar rumput.

Lebih lanjut, ia menekankan forum ini merupakan momentum untuk menata ulang penempatan kader berdasarkan kompetensi. Strategi ini diambil agar PKB mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya piawai secara politik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dan kemanfaatan bagi kesejahteraan masyarakat di tanah Papua.
Di sisi teknis, Sekretaris DPW PKB Papua Tengah, Sigit Triyantoro, S.Hut, menjelaskan Muscab PKB di seluruh Indonesia pimpinan sidangnya diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkatan atau grade (A, B, C dan D). Pembagian ini didasarkan pada prestasi perolehan kursi DPRD dan kepemilikan kursi pimpinan dewan dan memiliki fraksi sendiri di masing-masing daerah sebagai tolok ukur kekuatan struktur.

“Grade A, DPC yang memiliki anggota DPRD, memiliki fraksi sendiri dan pimpinan dewan, pimpinan sidangnya dari utusan DPP. Kemudian grade B, DPC yang memiliki anggota dewan, memiliki fraksi sendiri, pimpinan sidangnya dari utusan DPP. Kemudian grade C, mempunyai anggota dewan, tetapi tidak mempunyai fraksi dan pimpinan dewan, pimpinan sidangnya dari perwakilan DPW yang ditunjuk oleh DPP. Kemudian grade D, DPC yang tidak memiliki anggota Dewan. tidak melakukan Muscab sesuai dengan keputusan DPP. Akan ada perlakuan khusus untuk DPC-DPC yang tidak ada kursi seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Untuk wilayah Papua Tengah sendiri, pelaksanaan Muscab dipusatkan di dua lokasi utama. Selain di Nabire yang mengakomodasi Kabupaten Deiyai dan Puncak Jaya, kegiatan serupa juga dijadwalkan berlangsung besok di Timika, sedangkan untuk Kabupaten Paniai akan dilaksanakan di Nabire, menyesuaikan dengan kehadiran pimpinan sidang yang telah dimandatkan oleh DPP.
Terdapat keunikan dalam mekanisme Muscab PKB kali ini, di mana tidak dilakukan proses pemilihan ketua secara langsung di arena musyawarah. Sebaliknya, partai mengandalkan ‘tim pemetaan’ bentukan DPW untuk menjaring figur potensial yang kemudian namanya akan diajukan ke tingkat pusat setelah mendapat masukan dari peserta sidang.
Sesuai regulasi partai, para peserta Muscab diberikan ruang demokrasi untuk menambah daftar usulan nama calon ketua jika dirasa perlu. Nama-nama yang telah terkumpul nantinya wajib mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) yang diselenggarakan oleh DPP guna memastikan pemimpin terpilih memiliki integritas dan loyalitas tinggi.

Menutup rangkaian agenda tersebut, jajaran pengurus PKB berharap hasil dari Muscab ini dapat menciptakan barisan yang lebih solid dan harmonis. Dengan struktur yang baru dan program strategis yang matang, PKB Papua Tengah optimis dapat mengamankan kemenangan signifikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat pada agenda politik ke depan.(amd)
Bagikan artikel ini



