NABIRE – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda), dr. Silwanus Sumule, Sp.OG,M.H.Kes, Jumat, (8/8/25), secara resmi menutup kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) tahun 2026.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule, mengatakan untuk mencari satu titik temu dirinya selalu mengingatkan mungkin juga di awal tadi bahwa Musrembang Otsus ini bukan sekedar agenda tahunan sebagai DOB, tetapi wadah untuk menyatukan langkah dan menyamakan arah.

“Kita telah memulai dari harapan menumpuh proses yang terbuka dan kita sudah sampai pada kesepakatan bersama apa pun yang kita putuskan hari ini adalah hasil gotong royong pikiran dan hati kita Bersama,” ujarnya.

Sumule juga mengatakan, bahwa hasil yang kita buat tidak hanya tertulis di dalam dokumen, semua harus bersepakat bahwa pembangunan di Provinsi Papua Tengah harus berpihak pada rakyat kecil, dilakukan secara kolaboratif dan dijalankan dengan integritas. 

"Saya mendengar dan juga mencatat bahwa banyak ide-ide segar dari forum ini," ujarnya.

Lanjut Sumule, mulai dari infrastruktur yang menjangkau kampung-kampung, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, sampai penguatan ekonomi kerakyatan. Semua itu bukan hanya target, tetapi janji kepada rakyat di Papua Tengah, khususnya bagi orang asli Papua.

"Saya mengulangi lagi, bahwa sebagaimana sudah saya sampaikan di pagi hari tadi, bahwa setiap rupiah dana Otsus yang kita kelola adalah Amanah," ujar Sumule.

Amanah dari rakyat yang menunggu perubahan, karena itu mari pastikan program yang telah kita rancang benar-benar dirasakan manfaatnya dari Nabire sampai di Puncak. Dari Mimika sampai di Dogiyai dan beberapa kabupaten di Papua Tengah. 

“Saya ingin menekankan bahwa pekerjaan kita belum selesai dan setelah pekerjaan ini justru pekerjaan besar telah menanti. Tantangannya adalah bagaimana kita menjaga semangat kebersamaan ini tetap menyala, memastikan koordinasi berjalan dan mewujudkan rencana menjadi kenyataan,” tandasnya.(rob)