NABIRE – Bertempat di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah Senin (25/9/23) lalu, seluruh ASN melaksanakan apel gabungan yang dipimpin Pj Sekda Provinsi Papua Tengah. Anwar Harun Damanik, S.STP, MM. Jumlah ASN yang ikut apel gabungan sebanyak 330 orang.

Saat apel, Pj Sekda Damanik menyanpaikan terimakasih kepada ASN yang masih setia mengikuti apel pagi hari ini. Kata dia, kita kembali mengikuti apel karena sesuai ketentuan bahwa kedisiplinan ASN tentunya adalah melaksanakan apel pagi. Selain itu, kata dia, kita juga menyepakati bahwa apel pagi atau apel gabungan dilaksanakan di halaman kantor gubernur.

“Pada pagi ini kami menyampaikan informasi bahwa beberapa jajaran khususnya Ibu Gubernur masih berada di luar kota (Jayapura, red) dan pada hari ini akan menyerahkan laporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022 di BPK RI. Artinya di tahun 2022 kemarin ada APBD mini yang harus disodorkan ke BPK RI dan pada saat ini ditindak lanjuti,” tuturnya. 

Saat ini, kata dia, tim dari BPK RI sudah ada untuk melaksanakan audit belanja.

“Kenapa laporan pertanggung jawaban, harusnya laporan keuangan. Laporan pertanggung jawaban karena kriteria–kriteria yang dilaksanakan di tahun 2022 belum merupakan laporan utuh untuk menjadi sebuah laporan keuangan. Kalau laporan keuangan hasilnya akan ada opini dari BPK. Tetapi kita masih melaksanakan APBD mini jadi namanya laporan pertanggung jawaban,” jelasnya. 

Lanjutnya, laporan pertanggung jawaban harus diserahkan itu merupakan dasar bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan tiga DOB lainnya untuk melaksanakan APBD Perubahan. Kalau tidak ada APBD Perubahan tidak ada laporan pertanggung jawaban. 

“Sehingga kemarin hasil diskusi dengan Kemendagri Dirjen Keuda dan juga BPK RI menyekapati hal–hal yang tadi daya sudah sebutkan,” tuturnya.(rob)