NABIRE - Di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah dalam berapa hari terakhir ini, kondisi dan situasi sedang memanas. Andai dihitung kasar saja, peristiwa perang terjadi sekitar 3-4 kali. Pertama sebelum pergeseran kotak suara tanggal 26 November 2024, setelah itu perhitungan suara dan pleno di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pertama dan terakhir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) lalu, dilanjutkan ke tahap pembuktian.

Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, dalam wawancaranya di Puskesmas Karang Mulia, Kamis (13/2/2025) kemarin.

Dirinya melihat kondisi ini sangat memprihatinkan dan tentunya sudah terdapat korban jiwa dan korban luka yang lumayan banyak, Pemprov Papua Tengah telah turut terlibat langsung bagaimana harus mengevakuasi, setelah evakuasi nanti diobati, sampai kemarin ada yang dikirim ke Makassar, dan ada yang di Jayapura dan di Nabire.

“Melihat kondisi politik saat ini di Puncak Jaya, Paslon 1 dan 2, dirinya sangat berharap dapat mengendalikan massa masing-masing. Tidak perlu lagi berperang yang nanti pada akhirnya akan menimbulkan korban jiwa dan merugikan kedua belah pihak,” ujarnya.

Anwan Damanik menambahkan, hal ini juga membutuhkan bagaimana pelayanan kesehatan dan bagaimana nanti pemulihan di dalam Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibnas).

“Pemprov Papua Tengah sudah bekerjasama dengan Kapolda Papua Tengah, Danrem dan seluruh kelompok masyarakat yang ada untuk bagaimana menghentikan situasi tersebut. Kondisi di sana tadi malam sudah pecah dan sempat berhenti dan sudah ada kesepakatan Bersama, namun selang berapa saat pecah lagi dan korban lumayan banyak,” ucap Anwar Harun Damanik.

Di sisi lain, dr. Silvanus Sumule, dalam wawancaranya menanggapi bahwa korban yang terjadi di Puncak Jaya, yang ditangani di sana 10 dan 1 sudah dikirim ke Jayapura dan di sana sudah ada 1 dokter bedah dan anestesi, tetapi ada kasus yang sama sekali tidak bisa diselesaikan, namun sudah dievakuasi di Jayapura.

Anwar Harun Damanik mengimbau kembali, secara khusus kepada kedua Paslon, tolong dapat mengendalikan massa masing-masing, dan namanya pesta demokrasi harus ada yang menang dan ada yang kalah, dan siapapun yang menang itulah yang menjadi pilihan Tuhan.

“Tidak perlu memaksakan kehendak, serahkan kepada mekanisme dan prosedur yang ada dan saat ini di MK lagi tahap pembuktian dan pada akhirnya akan menjadi sebuah keputusan dan jalankan keputusan tersebut dengan baik,” katanya.

Pemprov Papua Tengah, selalu melakukan monitoring dan berdiskusi dengan pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, termasuk juga dengan pihak keamanan TNI/Polri. Kepada masyarakat Puncak Jaya khususnya, mari terima dengan lapang dada apapun hasilnya dan berperang terus apa untungnya.(edi/rob)