Pj Gubernur Haluk : Perubahan APBD Harus Sudah Berjalan Hari Ini
NABIRE - Mengingat waktu pelaksanaan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sudah semakin sempit, diimbau agar Perubahan APBD harus sudah berjalan mulai hari ini. Diminta kepada perangkat daerah yang masih harus melakukan penyesuaian terhadap Rencana Kerja Program dan Anggaran (RKPA), baik karena hasil stressing dari Kemendagri maupun karena kebutuhan lainnya, agar intens berkoordinasi dengan Bidang Anggaran pada Badan Pengelola Pendapatan, Anggaran dan Aset Daerah (BPPKAD) Provinsi Papua Tengah.

NABIRE - Mengingat waktu pelaksanaan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sudah semakin sempit, diimbau agar Perubahan APBD harus sudah berjalan mulai hari ini. Diminta kepada perangkat daerah yang masih harus melakukan penyesuaian terhadap Rencana Kerja Program dan Anggaran (RKPA), baik karena hasil stressing dari Kemendagri maupun karena kebutuhan lainnya, agar intens berkoordinasi dengan Bidang Anggaran pada Badan Pengelola Pendapatan, Anggaran dan Aset Daerah (BPPKAD) Provinsi Papua Tengah.
Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM dalam sambutannya yang dibacakan Inspektur pada Inspektorat Provinsi Papua Tengah, Drs. Semuel Rihi, M.Si, saat apel gabungan ASN di lingkungan Pemprov Papua Tengah, Senin (30/10/23) kemarin.
Kata Pj Gubernur Ribka Halik, bagi perangkat daerah yang tidak melakukan pergeseran lagi akan dianggap sudah selesai dan tidak dapat melakukan pergeseran lagi. Sedangkan untuk perangkat daerah yang tidak melakukan perubahan pada RKPA-nya padahal diwajibkan oleh Kemendagri dalam stressing point, anggaran tersebut akan ditarik untuk dialokasikan pada kegiatan–kegiatan yang lebih implementatif.
“Saya berharap kepada kita semua agar dapat melaksanakan hal ini dengan serius dan semangat kerjasama tim yang solid. Mari kita tingkatkan lagi koordinasi kerja sama antar pegawai maupun antar instansi, agar kita dapat mencapai hasil pembangunan yang inklusif,” harapnya.
Lebih lanjut dikatakan, kita telah memasuki penghujung tahun 2023. Semua aktifitas pembangunan yang telah dikerjakan selama ini telah dievaluasi oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu. Beberapa kemajuan yang telah dikerjakan dalam implementasi undang–undang nomor 15 tahun 2022 tentang pembentukan Provinsi Papua Tengah, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
“Namun hal ini ini tidak boleh membuat kita cepat puas diri hingga lengah dengan keadaan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus sama-sama kita selesaikan hingga model pemerintahan di Papua Tengah yang ideal sesuai amanat undang–undang dapat terwujud,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Pj Gubernur Ribka Haluk juga sempat mengucapkan Hari Sumpah Pemuda ke-95 kepada seluruh pemuda pemudi di 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
“Meskipun Hari Sumpah Pemuda jatuh pada tanggal 28 Oktober 2023, namun tidak ada salahnya untuk kita terus menggelorakan semangat perjuangan pemuda pemudi bangsa Indonesia. Hari Sumpah Pemuda menjadi simbol kesatuan pemuda pemudi Indonesia dalam menghadapi masa–masa sulit untuk mencapai kemerdekaan,” tuturnya.
Pada saat itu, pemuda dari berbagai etnis dan suku bangsa di nusantara bersatu menyuarakan keinginan suara mereka untuk menngakhiri penjajahan dan meneguhkan identitas nasional Indonesia. Mereka berkomitmen untuk bersatu, dalam satu bahasa, satu tanah air, dan satu bangsa. Sebuah janji yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.
Semangat persatuan ini adalah landasan kuat bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hari Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa kekuatan terletak pada persatuan dalam keberagaman kita. Serta dalam tekad untuk mencapai kemerdekaan dan kemakmuran bersama.
“Mari kita terus menjaga semangat persatuan dan kebangsaan, serta terus menginspirasi generasi muda untuk mewarisi nilai–nilai luhur perjuangan pemuda pemudi kita,” ujarnya. (rob)
Bagikan artikel ini



