PANIAI – Mengabdi dengan setia dan tulus sebagai tenaga pendidik, apalagi di sekolah-sekolah daerah pelosok yang serba susah, tentu tak mudah. Namun, di Kabupaten Paniai, hal itu sebuah kenyataan demi generasi masa depan bangsa dan daerah. Pembantu Rektor VI Universitas Manado (Unima), Prof. Dr. Revelson A. Mege, MS menilai pekerjaan mulia yang dijalankan para guru patut diapresiasi.Karenanya, jempol layak diberi kepada para guru PNS, termasuk guru sukarela yang mau setia mengabdi di kampung-kampung terpencil.“Tiada kata lagi, selain saya mau bilang luar biasa. Mengapa? Saya melihat kehadiran guru-guru ini menunjukan bukti pengabdiannya bagi masa depan pendidikan kita, menyiapkan anak-anak negeri di bangku sekolah. Pengabdian guru di sini memang patut diakui dengan medan yang berat, tingkat kesulitan berbagai hal, tetapi setia mengajar, itu sangat luar biasa,” tuturnya pada pembukaan perkuliahan semester ganjil bagi 300 mahasiswa Unima Kelas Paniai, Selasa (26/8) lalu.Profesor Revelson hadir di Kabupaten Paniai dalam rangka memberi kuliah kepada mahasiswa-mahasiswi Program Sarjana (Strata Satu) Kependidikan bagi Guru dalam Jabatan (PSKGJ) Unima kerjasama Pemda Paniai tahun akademik 2014/2015.Ia datang bersama 11 orang pejabat teras Unima membuka secara resmi kegiatan perkuliahannya. Selama beberapa hari di Enarotali, memberikan materi kuliah kepada 99 orang mahasiswa angkatan kedua dan angkatan ketiga sebanyak 201 orang.Saat memperkenalkan para dosen Unima yang tiba di Enarotali pada Selasa (26/8), Revelson menunjuk ke arah Prof. Dr. Maria J Wantah, M.Pd selaku Direktur Eksekutif PSKGJ Unima.Kata Revelson, penyelenggaraan perkuliahan ini program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Menurutnya, patut disyukuri karena ada respon baik dari Pemkab Paniai berseda menjalin kerjasama dengan Unima untuk mengadakan kegiatan perkuliahan ini.Dikatakan, guru SD, SMP termasuk SMA/SMK dan setingkat lainnya wajib berpredikat sarjana. Karena itu, wajib ditingkatkan kualifikasinya untuk memenuhi persyaratan proses sertifikasi kompetensi guru pada masing-masing jenjang pendidikan.Senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Paniai, Drs. Amatus A Tatogo, M.MPd, bahwa guru wajib berijazah sarjana adalah amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang itu, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama 10 tahun. Dan deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada tahun 2015.“Upaya kami adalah mengadakan program perkuliahan kerjasama dengan Unima, dan ini adalah solusinya bagi para guru,” ujarnya.Terobosan program tersebut katanya dengan melihat kenyataan di lapangan banyak guru dalam jabatan yang belum memenuhi standar kualifikasi, juga sebagian besar guru sukarela yang sedang mengabdi di sekolah-sekolah belum sarjana pendidikan.Manfaat lain, syarat kualifikasi S-1 diperlukan bagi guru untuk mengikuti uji sertifikasi agar mendapat penambahan kesejahteraan. Selain itu, tentunya dengan program itu juga akan menjawab kekurangan guru di sejumlah sekolah.Dengan pembiayaannya ditanggung pemerintah, Tatogo berharap agar out put dari program perkuliahan ini nantinya membawa manfaat bagi dunia pendidikan di Kabupaten Paniai.Diakuinya, kekurangan guru di daerah ini memang persoalan serius yang segera dibijaki karena tiap tahun banyak “guru tua” pensiun dan yang aktif pun “ditarik” ke kantor instansi.Kepala Bidang SMA Dikjar Kabupaten Paniai, Adrianus Tekege, S.Pd, M.MPd menegaskan, untuk menjawab persoalan itu pihaknya sejak empat tahun lalu memilih program perkuliahan kerjasama Unima bagi guru-guru di daerah ini.Sampai sekarang, kata Andi, dari program ini sudah tiga angkatan. Angkatan pertama, sebanyak 108 orang, telah wisuda di kampus Unima Manado pada tahun 2012 lalu.“Sekarang 300 orang yang sedang kuliah, terdiri dari mahasiswa angkatan kedua berjumlah 99 orang dan angkatan ketiga sebanyak 201 orang,” rinci Tekege.Pantauan media ini, untuk proses perkuliahan, mahasiswa-mahasiswi dibagi dalam beberapa kelas. Masing-masing kelas diampu dosen Unima sesuai mata kuliah dan jadwal kuliah. Proses perkuliahan dan pendampingan lebih lanjut ditangani dosen lokal yang dikontrak pihak Dinas Dikjar Kabupaten Paniai.Andi berharap, para lulusan program perkuliahan ini nantinya dapat memenuhi target pemerintah daerah untuk mewujudkan tercapainya standard kualifikasi guru sarjana di Kabupaten Paniai pada tahun depan. (ecu)