NABIRE - Resmi ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja (DPK BPBD dan Satpol PP) Provinsi Papua Tengah, Otis Money, S.Sos.,M.Si, turun tangan memimpin apel perdana gabungan, bertempat di Posko Damkar Bandara lama, Senin (30/06/2025) pukul 08.00 WIT. 

Apel gabungan tersebut diikuti para pegawai ASN, tenaga kontrak dan anggota-anggota CPNS yang baru bergabung di Dinas Pemadan Kebakaran, Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua Tengah. 

Dalam sambutannya saat memimpin apel perdana itu, Otis Money menyampaikan pesan dari Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, untuk menjadi perhatian bersama dan juga menjadi atensi khusus pada pelaksanaan tugas. Dirinya menjelaskan, bahwa yang menonjol di dinas tersebut ialah Satpol PP dan diikuti Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD. 

Otis Money mengungkapkan bahwa dinas tersebut merupakan tanggung jawab besar dan tentunya membutuhkan personil yang cukup banyak. "Namun personil yang kita miliki ini harus kita tata dengan baik dan dikelola dengan baik," ujarnya. 

Tak sampai di situ, ia juga mengajak para ASN, tenaga kontrak maupun CP agar mau bekerja dengan baik, saling membantu, memberikan inovasi untuk kemajuan dinas ini serta kemajuan Provinsi Papua Tengah. 

"Kita penegak peraturan daerah, kita menjaga aset yang dimiliki Pemerintah Provinsi Papua Tengah, sehingga kita butuh kedisiplinan," tegasnya.

Dirinya juga mengapresiasi satuan Damkar dalam hal ini serah terima piket. Ia menilai bahwa satuan Damkar cukup bagus dalam pergantian dan serah terima piket. Dengan begitu, ke depannya Satpol PP dan BPBD harus menerapkan hal serupa agar terlihat kompak dalam satuan dinas.  

Otis Money juga menambahkan bahwa PTI akan ditertibkan. "Mungkin kita harus fasilitasi PTI dengan kendaraan, walaupun malam hujan juga mereka bisa patroli pantau pos-pos piket, kendaraan banyak. nanti kita atur supaya PTI dapat satu mobil," tuturnya pada apel perdananya.

Otis menegaskan, di dinas ini tidak ada istilah orang Jawa, orang Batak, orang Maluku. “Setelah ada di dinas ini kita adalah saudara. Hal tersebut harus dilaksanakan dan dipatuhi agar tidak muncul kecemburuan sosial dalam kedinasan,” tandasnya.(joseph)