Pieter Erari Serahkan Tongkat Estafet ke Yulianus Pasang

NABIRE - Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Setda Kabupaten Nabire pada Senin, (25/8/2025). Momen bersejarah ini menandai berakhirnya masa jabatan Pieter Erari, SE., M.Si sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), yang kini menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., yang akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Nabire.
Dalam sambutannya, Pieter Erari bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., untuk mengemban jabatan Sekda, mengingat banyaknya ASN bergolongan IV yang memiliki potensi di Kabupaten Nabire.
Pieter juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Nabire yang telah membimbingnya selama dua periode, hingga ia mencapai usia pensiun 60 tahun pada 5 Agustus 2025 lalu.
Pieter Erari juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah mendukungnya, termasuk Wakil Bupati Nabire dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire.

Ia secara khusus meminta maaf apabila selama menjabat ada sikap atau perkataan yang kurang berkenan. Pesan ini menunjukkan kerendahan hati dan kesadaran akan pentingnya hubungan baik di dalam birokrasi.
Mantan Sekda itu juga menyampaikan beberapa pesan penting untuk Yulianus Pasang dan jajaran Pemda Nabire. Salah satu isu yang disoroti adalah perjuangan para pegawai honorer untuk mengaktifkan kembali jatah beras mereka, yang sempat terhenti.
Selain itu, ia menekankan perlunya mempertahankan sistem TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) yang sudah berjalan dengan baik. Terakhir, ia menyoroti pentingnya data subsidi BBM bagi nelayan, petani dan pelaku UMKM agar terintegrasi dalam aplikasi Pertamina, untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran.
Sementara itu, Plt Sekda Nabire, Yulianus Pasang dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
Ia menyebut dirinya seperti kertas putih yang siap diisi dengan saran dan bimbingan dari seluruh pihak, termasuk para asisten, staf ahli dan kepala OPD dan menyadari keterbatasan pengetahuannya serta menegaskan bahwa ia akan selalu terbuka untuk belajar.

Yulianus juga menyampaikan apresiasi kepada Pieter Erari yang disebutnya sebagai sosok kakak yang selalu bersedia memberikan saran dan masukan. Ia berkomitmen untuk melanjutkan tugas dan tanggung jawab ini dengan penuh sukacita, didukung oleh doa dan kerja sama dari seluruh jajaran pemerintah daerah, demi mewujudkan visi dan misi Bupati Nabire. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan semangat melayani, bukan sebagai bos, tetapi sebagai abdi masyarakat.
Lebih lanjut, Yulianus Pasang menceritakan perjalanan kariernya yang penuh tantangan, mulai dari dilantik sebagai sekretaris hingga berhasil dalam lelang jabatan. Ia menyadari bahwa selama perjalanan tersebut, pasti ada kekurangan yang ia lakukan.

Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada Bupati, Wakil Bupati Nabire dan seluruh jajaran apabila ada tindakan atau perkataan yang tidak menyenangkan.
Bupati Nabire, Mesak Magai dalam sambutannya, menyebut Pieter Erari sebagai sahabat yang selalu menjadi inspirasi. Ia mengisahkan pengalaman unik bersama Pieter Erari, yang menunjukkan kedekatan dan kebersamaan mereka selama ini. Bupati memuji karakter Pieter Erari yang santai dan awet muda, bahkan di usia pensiunnya.
Bupati Mesak menyoroti bahwa masa pensiun Pieter Erari sebagai ASN bukan berarti mengakhiri kontribusinya. Ia menegaskan bahwa tenaga dan pikiran positif Pieter Erari tetap akan dibutuhkan untuk membangun daerah.
Bupati Magai juga menekankan bahwa Kabupaten Nabire adalah tanah milik bersama, sehingga semua pihak harus bergotong royong menjaganya.
Menutup pidatonya, Bupati Mesak Magai mengucapkan terima kasih kepada Pieter Erari atas dedikasinya selama ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yulianus Pasang yang telah dipercaya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di kursi Sekda.

Bupati berharap Yulianus dapat bekerja sama dengan baik bersama seluruh jajaran untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nabire.
Acara Sertijab itu ditutup dengan penandatanganan berita acara, pemberian cenderamata dan sesi foto bersama. Momen ini menjadi simbol peralihan kepemimpinan yang harmonis, menunjukkan soliditas dan kekeluargaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire. Ini juga menjadi bukti bahwa proses pergantian jabatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh rasa persaudaraan.(sam)
Bagikan artikel ini



