Petasan Bakal Dipusatkan, Bahu Jalan Protokol Nabire Segera Ditertibkan

NABIRE – Pemerintah Distrik Nabire bersiap menata aktivitas penjualan petasan dengan memusatkan para pedagang di satu lokasi agar tidak lagi menggunakan bahu jalan protokol yang dinilai mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban kota.
Kepala Distrik Nabire, Yusak Jitmau, S.E., mengatakan salah satu lokasi yang disiapkan sebagai pusat penjualan petasan adalah Pasar Mama-mama Papua. Rencana tersebut akan dibahas bersama Dinas Perdagangan serta pengelola pasar sebelum diterapkan.
"Kalau disetujui oleh Dinas Perdagangan dan pengelola pasar, para penjual petasan akan diarahkan berjualan di dalam Pasar Mama-mama Papua selama kurang lebih satu bulan. Dengan begitu, aktivitas mereka tidak lagi mengganggu arus lalu lintas," kata Yusak saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, koordinasi lintas instansi sebenarnya telah dijadwalkan. Namun, padatnya agenda pemerintahan membuat pembahasan tersebut beberapa kali tertunda.
Ia menjelaskan, rapat yang semula direncanakan pada Rabu lalu terpaksa bergeser karena adanya agenda lain. Bahkan, jadwal pada Jumat juga kembali berubah akibat masuknya sejumlah agenda baru. Meski demikian, Yusak memastikan koordinasi akan dilaksanakan paling lambat awal pekan depan.
"Target kami paling lambat Senin atau Selasa sudah ada pertemuan dengan dinas terkait sehingga langkah penataan bisa segera diputuskan," ujarnya.
Yusak menegaskan, penataan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ketertiban di wilayah Distrik Nabire, terutama di ruas-ruas jalan utama yang selama ini kerap dipadati pedagang musiman.
Ia memastikan pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi pedagang petasan yang tetap berjualan di bahu jalan protokol. Seluruh aktivitas penjualan nantinya harus berada di lokasi yang telah ditentukan.
"Penjualan petasan harus berada di satu titik dan tidak boleh lagi di pinggir jalan protokol. Penertiban ini juga akan berlaku bagi pedagang umbul-umbul menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada Agustus nanti. Semua akan kita tertibkan," tegasnya.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Distrik Nabire berharap aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas, sekaligus menciptakan wajah kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan.(sam)
Bagikan artikel ini



