NABIRE - Pada saat kehadiran anggota Komisi III DPR RI, Dr. Soederson Tandra, SH., M.Hum, dalam kunjungan kerjanya sekaligus sosialiasi penerima bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi murid dan orang tua di SD YPK Sion Nabire, Senin (11/5/26), perwakilan guru honor SD YPK Sion meminta ada perhatian dari Pemerintah Pusat (Pempus).

Dalam penyampaian aspirasi oleh Veronika Kalende, S.Pd, menyampaikan bahwa dirinya bersama 15 teman guru honor telah mengabdi selama 13 tahun menjadi guru honor, namun hingga saat ini nasibnya belum berubah dari guru honorer menjadi guru Pegawai Negeri Spil (PNS) selama 13 tahun.

Untuk itu, dengan kehadiran Soederson Tandra, ke-15 guru honorer yang telah setia melaksanakan tugas selama 13 tahun ini minta agar nasibnya di perhatikan sebagai guru di sekolah swasta, karena berdasarkan ketentuan aturan yang berlaku bagi guru honorer yang telah bersertifikasi tidak lagi honornya dibayar dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler.

Sebab, sudah 13 tahun lalu mengabdi dengan ketulusan hari di setiap hari efektif Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), tanpa memperhitunkan berapa yang harus didapat, tetapi dengan kasih, setia dan ketulusan hati telah mengabdi dengan segala daya demi masa depan anak-anak Papua yang ada di SD YPK Sion Nabire.

Dengan demikian pada kesempatan Wakil Rakyat, Dr. Soederson Tandra, SH., M.Hum, ke 15 guru honor yang ada di SD YPK Sion bersama rekan-rekan yang lain meminta agar ada perhatian langsung dari Pempus, karena selaku ibu rumah tangga tentunya ada banyak beban hidup yang harus dipikul. (des)