Perubahan Kuasi Menjadi Paroki, Kerinduan Umat Katolik Nabar
NABIRE - Perubahan Kuasi menjadi Paroki devenitif adalah Santo Yosep Nabire Barat adalah kerinduan dari umat Katolik Kuasi Paroki Nabar mula
Bagikan
NABIRE - Perubahan Kuasi menjadi Paroki devenitif adalah Santo Yosep Nabire Barat adalah kerinduan dari umat Katolik Kuasi Paroki Nabar mulai dari Nabar hingga Wami. Demikian diungkap Pastor Kuasi Paroki Santo Yosep Nabire Barat F.X. Sugiyo, Sabtu (25/11) bertempat di Gereja Kuasi Paroki Santo Yosep Nabar. Dikatakan Sugiyo, Hari Ulang Tahun (HUT) Kuasi Paroki Santo Yosep Nabire Barat yang kelima atau lustram 1 tahun 2017. Penerimaan Sakramen Krisma bagi umat Kuasi Paroki Santo Yosep Nabar sebanyak 37 krismawan/ krismawati. Pemberkatan/peresmian status Kuasi Paroki menjadi Paroki Santo Yosep Nabire Barat. Dari tiga peristiwa yang bersejarah bagi umat Kuasi Paroki Santo Yosep Nabire Barat tersebut dan sangat mengesahkan, sehingga muncullah pertanyaan, mengapa tiga hal peristiwa ini terjadi? Menjawab pertayaan diatas, perlu kami sampaikan kepada Bapak Uskup dan Bupati Nabire dan hadirin yang hadir pada siang hari ini bahwa yakni, pertama letak Kuasi/Paroki Santo Yosep Nabire Barat yaitu daerah pantai dari Kampung Wadio sampai ke Sima. Yang kedua, Kuasi/Paroki Santo Yosep Nabire Barat terdiri dari dua wilayah dua stasi dan 17 kring dengan jumlah jiwa 2.046 orang dengan perincian 1.030 laki-laki dan 1.016 perempuan. Yang ketiga, umat Kuasi/Paroki Santo Yosep Nabar terdiri dari beberapa suku dan perbedaan serta karakter yang berbeda-beda. Memahami dari berbagai perbedaan diperlukan kerja keras dan pelayanan untuk mencapai umat yang penuh dengan cinta kasih. Banyak umat yang mengatakan bahwa suara ketua kuasi itu mahal, karena setiap berbicara kedepan selalu ada lelangan yang harus dibayar. Ide-ide ini sebenarnya dari putra Papua supaya pembangunan tetap berkelanjutan dan berhasil sehingga bisa dirasakan pada saat ini. “Mohon maafkan kami bila kami berbuat begitu demi lancarnya pembangunan untuk menuju Paroki yang mandiri sehingga hal bisa terbukti pada saat ini tanggal 25 November 2017 Kuasi berubah menjadi Paroki Santo Yosep Nabire Barat,” terangnya. Semoga ide dan program-program yang belum dilaksanakan akan dilanjutkan para pengurus selanjutnya, yang lebih bisa dihandalkan dan bersemangat. Selanjutnya kami mohon maaf kepada seluruh umat selama kami menjadi Ketua Kuasi selama dua tahun ini apabila ada tutur kata, tingkah laku yang tidak berkenan sekali lagi kami mohon maat yang sebesar-besarnya atas lelangan-lelangan yang harus dibayar. Sebelum mengakhiri sambutan kami perkenankan kami mengucapkan terima kasih yang pertama kepada Tuhan Yesus atas terkabulnya doa-doa seluruh umat Kuasi Paroki Santo Yosep Nabire Barat,yang kedua Bapak Uskup Keuskupan Timika Mgr. Jhon Philip Saklil Pr.(modes)
Bagikan artikel ini



