NABIRE – Persiapan Musyawarah Besar (Mubes) Enam Suku Pesisir dan Kepulauan di Kabupaten Nabire berada dalam tahap konsolidasi dan pematangan panitia mencapai 90 persen. 

Forum masyarakat adat dari rumpun Saireri II ini berfokus menyatukan visi, mengevaluasi kesiapan teknis serta memperkuat dukungan administrasi dan pendanaan jelang hari pelaksanaan nanti. 

Dikatakan Ketua Panitia Mubes, Daud Monei, kepada Papuapos Nabire, Selasa (28/7/26), yang menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan musyawarah hari ini adalah bagaimana 6 suku yang selama ini berjalan, mungkin masing-masing suku ini berjalan sendiri-sendiri. 

“Ini satu pemikiran yang luar biasa, lahir daripada senior-senior kita, abang-abang kita, untuk bagaimana menyatukan 6 suku ini untuk Nabire. Kita menyatakan bahwa Nabire ini milik kita,” ujarnya. 

Daud menambahkan, musyawarah yang dilakukan ini nantinya bukan hanya sebagai seremoni, tapi musyawarah ini diharapkan benar-benar melahirkan keputusan-keputusan, melahirkan program-program yang nantinya untuk kepentingan masyarakat 6 suku. 

Kepentingan ini, dimaksudkan, di sisi wilayah-wilayah adat, tapi juga di sisi pemerintahan, politik dan lain sebagainya. Kesehatan, pendidikan, untuk mendapat perhatian khusus dan serius dari pemerintah.

“Komisi sendiri sesuai dengan materi yang kita siapkan itu ada 5 komisi, yang mana salah satu dari lima itu adalah tentang hutan adat dan perlindungan hak-hak ulayat, tentang perlindungan dan konflik agraria, sengketa tanah dan sebagainya,” imbuh Daud.

Pantauan Papuapos Nabire kegiatan tersebut bertujuan memperkuat persatuan, memperjuangkan hak-hak ulayat serta menjaga pelestarian identitas budaya di wilayah pesisir dan kepulauan Nabire. (rob)