NABIRE - Perlunya penambahan mesin pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), karena banyak kendaraan mengantri dari malam hingga pagi, hal ini seperti terlihat di SPBU Jalan RE. Martadinata, Bukit Meriam, Wonorejo, Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, Rabu (05/07/2024) lalu.


Menurut informasi yang didapat, pengisian BBM tersebut hanya 50 liter dan tidak boleh lebih, diantaranya pertalite 50 liter, dexlite 50 liter, pertamax 50 liter dan solar 50 liter. Antrian kendaraan terlihat depan Taman Gizi Oyehe, serta terlihat juga antrian kendaraan hingga di depan Toko Bukit Barisan.


Dengan adanya penambahan nosel, maka track dan mobil tidak sering mengantri. Jenis semua BBM standar hanya 50 liter, walaupun tengki mobil 70 liter ataupun modif tidak bisa menambah lagi. Dan di setiap SPBU sudah menggunakan barkode, pengecekan mobil melalui CCTV dan pengecekan plat nomor kendaraan agar tidak terjadi pengisian minyak berulang di setiap SPBU.


Antrian yang berada di SPBU Oyehe dan beberapa SPBU lainnya, ada beberapa pengendara, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, terjadi antrian ini dikarenakan kurangnya mesin pengisian minyak (nosel). Dalam hal ini yang antri di setiap SPBU meminta agar menambah Nosel agar tidak sering terjadi antrian.


Namun dia mengatakan, tidak mengetahui apakah penambahan nosel itu dari pihak SPBU ataukah dari pihak Pertamina yang harus memberikan ijin penambahan mesin pengisian bahan bakar tersebut. Saat dirinya ditanyai mengenai bahan bakar yang sering diisi pada kendaraannya, antri itu kita pakai keseharian saja dan juga untuk kebutuhan di laut sebagai nelayan.


Dia menambahkan, ada dua mobil tapi yang bawa satu orang, itu bukan satu orang dua mobil dalam pengisian, namun itu ada yang minta tolong bawa mobil, karena ada keperluan lain, sehingga tidak sempat untuk antri dan sudah saling kenal dan bantu.


Apakah terkait penambahan mesin di SPBU harus dari pihak Pertamina atau dari SPBU ? Namun saat ini pihak Pertamina Nabire belum bisa dikonfirmasi.(feb)