NABIRE - Komitmen nyata dalam memerangi masalah gizi dan stunting di Kabupaten Nabire, ditunjukkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Nabire. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan ‘Penyegaran Kader Posyandu (Khusus Kader OAP)’ yang diselenggarakan di Hotel Grand Papua pada Jumat, (24/10/2025) lalu.

Acara dibuka langsung Ketua TP-PKK Kabupaten Nabire, Mince F. Magai Reprep., S.IP, ini menyasar khusus kader Orang Asli Papua (OAP) sebagai garda terdepan di tingkat kampung dan kelurahan. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dasar para kader agar efektif dalam mencegah gizi kurang, gizi buruk dan stunting.

"Terima kasih ibu-ibu yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir pada kesempatan ini dan yang saya banggakan kader-kader Posyandu yang sudah hadir pada saat ini," sapa Mince F. Magai Reprep, mengawali sambutannya. Ia menegaskan, kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat kampung dan kelurahan, yang paling depan berinteraksi dengan masyarakat.

Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Nabire ini juga menekankan betapa krusialnya peran kader. "Kemampuan dan keterampilan kader sangat menentukan keberhasilan program kesehatan terutama dalam upaya mencegah stunting dan memperbaiki gizi masyarakat," jelasnya.

Menyadari pentingnya penguatan kapasitas lokal, Mince F. Magai Reprep. menyampaikan kebanggaannya atas inisiatif ini. "Khusus hari ini, saya sangat bangga dan berterima kasih karena di hari ini kita boleh melaksanakan kegiatan yang ditujukan kepada kader-kader Posyandu khusus OAP. Memang kami tidak mengundang semua kader Posyandu yang ada di Kabupaten Nabire, tetapi beberapa Posyandu yang diundang untuk mengikuti pelatihan ini menunjukkan perhatian besar pemerintah daerah dan TP-PKK," tegasnya.

Kegiatan penyegaran ini menghadirkan narasumber ahli, Novi Sugiarti dan Supriyanto, yang bertugas memberikan materi penyegaran kepada para kader. Diharapkan, dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang baik, para kader dapat lebih percaya diri dan efektif dalam memberikan penyuluhan, melakukan penimbangan Balita, mencatat data gizi serta memberikan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.

"Masalah gizi buruk, gizi kurang dan stunting sangatlah penting bagi anak-anak kita, generasi emas Papua. Oleh sebab itu, ibu-ibu kader adalah ujung tombak yang diharapkan oleh pemerintah, menyangkut masa depan generasi Papua, khususnya anak-anak kita yang ada di Kabupaten Nabire," pesan Ketua TP-PKK dengan penuh semangat.

Ia juga menyerukan ajakan massif. “Mari kita sama-sama bergerak dari rumah, dari kampung dan dari Posyandu untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang mengalami stunting, gizi kurang ataupun gizi buruk,” ujarnya. 

Mencegah stunting, menurutnya adalah investasi untuk calon penerus daerah yang harus tumbuh sehat, cerdas dan kuat. TP-PKK Kabupaten Nabire berjanji akan terus bersinergi dengan dinas kesehatan, para kepala distrik, kepala kampung dan seluruh pihak terkait, guna memastikan Posyandu mendapat dukungan, pendampingan, dan motivasi berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Mince F. Magai Reprep, mengajak para kader untuk tidak berhenti belajar, tidak lelah melayani dan tidak takut menghadapi tantangan di lapangan. "Apa yang kita lakukan di hari ini adalah bentuk cinta dan pengabdian bagi masyarakat tercinta kita Kabupaten Nabire," tutupnya, seraya mengucapkan terima kasih kepada Novi, Supriyanto dan Yanti yang turut hadir sebagai pemberi materi.

"Semoga kegiatan penyegaran kader Posyandu ini memberikan manfaat besar dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Nabire Sehat, Nabire Bebas Stunting, Nabire Hebat," pungkasnya.(sam)