Peringatan HUT RI di Intan Jaya Berjalan Aman
SUGAPA – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tingkat Kabupaten Intan Jaya, telah terselenggara dengan aman dan
SUGAPA – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tingkat Kabupaten Intan Jaya, telah terselenggara dengan aman dan lancar. Upacara peringatan diselenggarakan, Senin (17/8) pagi di halaman upacara Kantor Bupati Intan Jaya. Seusai upacara, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si kepada wartawan mengatakan, perayaan HUT RI tahun ini tidak dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, upacara peringatan diselenggarakan di lapangan besar. Namun untuk tahun ini, dilsakanakan di lapangan Kantor Bupati Intan Jaya, dengan tempat yang agak terbatas.
“Memang kita diinstruksikan oleh pemerintah pusat dalam keputusan bahwa dalam melaksanakan upacara bendera dimana pun, di instansi manapun harus menjaga pembatasan sosial distancing. Oleh karena itu upacara pada kesempatan saat ini saya pikir tidak mengurangi nilai hikmahnya merayakan HUT Jemerdekaan RI ke-75. Kita sudah menyaksikan dan kita sudah merayakan dengan aman tertib dan terkendali,” ujar Bupati Natalis Tabuni, di lokasi upacara.
Informasi yang diterima Papuapos Nabire, Bupati Intan Jaya dalam sambutannya mengatakan, peringatan detik-detik proklamasi HUT Kemerdekaan RI tahun ini dilaksanakan di tengah-tengah bencana kemanusiaan yaitu terjadinya pandemi Covid-19. Oleh karena itu peringatan HUT RI ke-75 dilaksanakan dengan sangat sederhana dan minimalis, namun tetap khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan.
Dikemukakan bupati, upacara kemerdekaan kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun jangan diartikan bahwa kita tidak mampu melakukannya. Tetapi kita semua ada dalam suasana keprihatinan yang mendalam, serta mengikuti arahan dan pedoman peringatan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Lanjutnya, wabah virus corona menyebabkan banyak kerugian bagi bangsa ini. Terutama dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan terhambatnya pembangunan infrastruktur. Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah untuk menekan penyebarluasan virus corona ini.
“Kita di Kabupaten Intan Jaya, patut bersyukur karena sampai hari ini belum ada kasus positif terjangkit virus corona sehingga Kabupaten Intan Jaya masuk dalam wilayah atau zona hijau. Hijaunya kabupaten kita sudah barang tentu bukan kerja satu atau dua orang saja tetapu merupakan hasil kerja bersama, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, para stake holder dan tentunya kesadaran seluruh masyarakat Kabupaten Intan Jaya,” papar bupati.
Covid-19, kata bupati, merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama melalui pembangunan kesadaran kolektif masyarakat yang bersinergi dengan pemerintah. Hal ini akan menjadi sebuah kekuatan baru dalam memotong rantai penyebaran Covid-19.
“Kita tidak bleh kalah, semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan 75 tahun lalu kita ubah menjadi semangat memerangi Covid-19, semangat memerangi ketertinggalan dan keterbelakangan,” katanya.
Kata bupati, kita tidak boleh berbangga hati karena daerah kita tidak ditemukan kasus positif Covid-19. Namun daerah di sekeliling kita telah terjangkit bahkan telah merenggut korban jiwa bahkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki bangsa kita telah dikerahkan untuk menangani virus ini. Diperlukan sebuah semangat perjuangan bersama dengan mencurahkan segenap pikiran waktu tenaga dn anggaran yagn difokuskan untuk menangani pandemi ini. Persatuan kesatuan dan keteladanan yang ditujukan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan patut diteladai oleh generasi masa kini dan masa mendatang dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan guna mewujudkan cita-cita luhur proklamasi yaitu masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera.
Berkaitan dengan Covid-19, Bupati Intan Jaya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Intan Jaya bersiap menghadapi normal baru (new normal) atau lebih sering disebut dengan adaptasi kebiasaan baru. Covid-19 tidak akan pernah sirna dari muka bumi sekalipun telah ditemukan obatnya. Oleh karena itu kita semua harus siap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, dengan menerapkan tatanan kebiasaan baru yaitu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir minimal 20 detik serta selalu menjaga jarak sosial.
Dengan menerapkan kebiasan baru berolahraga ditambah asupan gisi yang cukup maka kita harapkan seluruh masyarakat tetap sehat produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pekik perjuangan kemerdekaan 75 tahun yang lalu kini kita ubah menjadi pekik perjuangan membangun negeri dan membangun daerah dalam rangka membangun peradaban baru yang lebih bermartabat. Setapak demi setapak dan tahap demi tahap kita berjuang merajut asa, membangun perjungan cita untuk keluliaan Tuhan. Permata Intan yang sangat keras, memerlukan komitmen bersama sebagai anak bangsa dan sebagai anak negeri yang beradap. Intan Jaya akan menjadi permata yang berkilau apabila kita semua sebagai anak negeri sepakat untuk mengangkat dia dari keterbelakangan ketertinggalan dan ketidakmampuan untuk menjadi permata yang berharga dan bernilai tinggi.
Oleh karena itu melalui peringatan HUT RI ke-75 saya sekali lagi mengajak kita semua untuk segera bangkit dari ketertinggalan ini. Kita berseru merdeka untuk memabngkitkan semangat juang yang memudar sebagai dampak dari berbagai cobaan yang menghantam Kabupaten Intan Jaya. Cobaan itu antara lain, kisruh Pilkada 2017, gangguan keamanan di akhir 2019, sampai saat ini. dan terakhir adalah hantaman pandemi Covid-19. segala daya upaya pikiran dan materi terlah dicurahkan untuk mengatasi dan menyelesaikan sebagai cobaan tersebut agar tidak menghambat laju pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang kita laksanakn. dengan komitmen yang tinggi kita telap fokus membangun daerah ini agar keadaan dapat berangsur menjadi lebih baik.
Cobaan-cobaan tersebut telah menyebabkan teranggunya penyelenggaraan roda pemerintahan karena di tinggalkan oleh sebagian besar ASN ke tempat lain untuk mengamankan diri, kebijakan work from home selama Covid-19 tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan sarana dan prasarana disertai kekhawatiran menyebarkan Covid-19 ke Intan Jaya karena pertimbangan keterbatasan fasilitas kesehatan. Lebih jauh disampaikan Bupati Intan Jaya saat upacara HUT RI, Kabupaten Intan Jaya masuk zona hijau terkait Covid-19. Tetapi terapit oleh kabupaten yang memiliki kasus Covid-19 cukup tinggi seperti Kabupaten Mimika dan Nabire.
“Kita ketahui bersama sampai hari ini Covid tidak ditemukan di Intan Jaya. Ini hasil kerja dari semua pihak, pemerintah daerah melalui tim gugus tugas, TNI, Polri, dan juga masyarakat semua lembaga gereja, lembaga sosial, semua dengan antusiasme dan juga kewaspadaan dari masyarakat itu sendiri,” katanya.
Status wilayah Kabupaten Intan Jaya masih merupakan zona hijau, tapi dalam kewaspadaan zona kuning. Artinya, pemerintah daerah tetap waspada. Tugas dari pihak kesehatan, tugas dari pihak keamanan, tim gugus yang sudah dibubarkan dan berafiliasi dengan beberapa satuan tugas namun itu tetap melaksanakan tugas dengan cara membatasi setiap pergerakan penduduk dari daerah terdekat dari Nabire dari Timika, Paniai baik melalui jalur udara maupun darat.
“Pembatasan itu dengan cara pesawat untuk umum tidak terbang dulu, tapi setelah mereka bisa terbang apabila dengan protokol kesehatan. Mereka harus ikut rapid test di Nabire atau dimana pun asal mereka datang. Supaya di sini daerah yang disebut zero Covid akan terus terjaga untuk tetap zero Covid,” pungkas bupati. (des)
Bagikan artikel ini


