DOGIYAI – Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, di Kabupaten Dogiyai dilaksanakan dalam bentuk sederhana di halaman Kantor Bupati Dogiyai.

Perayaan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini di Kabupaten Dogiyai, tidak seperti pada tahun–tahun sebelumnya.

Upacara di lapangan apel Kantor Bupati hanya diikuti kurang dari 100 orang.

Diantaranya perwakilan anggota TNI dan Polri, Paskas, Brimob, DPRD, Korpri, KNPI, pelajar SMA di Dogiyai.

Tidak ada pasukan Paskibra, namun pengibaran bendera sang merah putih dilakukkan tiga orang anggota TNI.

Pantuan media ini, separuh pimpinan SKPD ikut upacara bendera.

Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP dan Wakil Bupati, Oskar Makai, SH.

Upacara perayaan HUT Kemerdekaan RI dalam kondisi virus korona dilakukan secara singkat.

Tidak dilakukan detik–detik proklamasi.

Pembacaan teks proklamasi belum ada amanat.

Bupati tidak menyerahkan bendera pusaka.

Tak ada kelompok paskibra.

Sebagai pengerek bendera pusaka yang biasanyadiserahkan bupati, tidak ada, selanjutnya dikibarkan  yang didampingi TNI.

Upacara penurunan bendera juga dilakulan tiga anggota TNI.

Belum ada kegiatan lomba seperti tahun sebelumnya karena pertimbangan kondisi masa pandemic virus corona di Kabupaten Dogiyai. (don)