Perindag Dogiyai Berhasil Bina 6 IKM dan 100 Petani Model
DOGIYAI – Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Dogiyai, Andarias Gobay, S.Sos,MA mengatakan, atas nama
Bagikan
DOGIYAI – Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Dogiyai, Andarias Gobay, S.Sos,MA mengatakan, atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai menyampaikan terima kasih dan memberikan penghargaan khusus kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua, Max M. E. Olua, S.Sos, M.Si dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua. Sebab, pada tahun 2016 lalu melalui kedua OPD ini telah membantu masyarakat Dogiyai telah membantu mesin pengolahan kopi secara lengkap bagi para petani kopi yang bergerak dalam bidang UKM (Usaha Kecil Menengah) dan IKM (Industri Kecil Menengah) di Kabupaten Dogiyai. “Bantuan mesin ini merupakan kontribusi nyata pemerintah khususnya kedua dinas ini dalam rangka pengembangan kopi Dogiyai sesuai dengan visi Kabupaten Dogiyai yaitu Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera,” ungkapnya kepada Lodarkou di kediaman Kepala Disperindagkop Provinsi Papua, Minggu, (3/12). Dengan adanya bantuan peralatan itu menjadi penyemangat bagi para petani kopi untuk bangkit, mandiri dan sejahtera serta menjadi tuan di negerinya sendiri. Program kerjasama seperti ini diharapkan kedepannya terus terjalin, karena yang namanya pemberdayaan ekonomi masyarakat harus berkelanjutan pembinaannya hingga masyarakat mampu berdiri sendiri dalam usahanya. Apalagi berbicara kopi, itu tidak sekadar action pada penanamannya melainkan hingga pada pemasarannya secara berkelanjutan. “Mari kita kembalikan kejayaan kopi Moenamani yang sangat jaya kala 50 tahun silam,” tandasnya. Disampaikannya, melalui dana Otsus yang dialokasikan melalui program Gerbangmas Pemerintah Provinsi Papua, pihaknya telah berhasil membangun 6 industri kecil dan menengah, khususnya pada bidang usaha perkebunan atau industry kopi, diantaranya, Kopi P5, Coffee Mamo, Fransiscan Caffe, Enauto Caffe, Kuwai Caffe, dan Tiyo Caffe. Guna terus memantapkan usaha perkebunan dan industry kopi para petani, maka sebagai tindaklanjuti dari itu pihaknya telah berhasil membangun koordinasi dengan POKJA PAPUA, SCOPI (Sustanable Coffee Platform of Indonesia), LSM nasional dan LSM lokal seperti YAPKEMA. Selanjutnya pada saat itu tanggal (24/8), Pemkab Dogiyai bersama Scoupi berhasil melakukan MoU dalam rangka pengembangan kopi Dogiyai, sehingga melalui kerjasama itu sebagai langkah awal pada (21-25/11) Disperindag berhasil melatih 100 petani kader petani kopi dari wilayah Kamuu dan Mapia sebagai petani model. “Kami sampaikan terima kasih kepada Pemprov, Pokja Papua, Yapkema dan SCOPI. Keberlanjutan pengembangan dan pengolahan kopi ini perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak,” tukasnya.(ris)
Bagikan artikel ini



