NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkolaborasi untuk memperkuat program 5 Quick Wins guna mempercepat pembangunan manusia di wilayah otonomi baru ini. 

Berbagai tantangan yang dihadapi tidak menyurutkan semangat para pemangku kepentingan untuk menata masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus. Acara penguatan program ini digelar di Gedung Guest House Jalan Merdeka, Rabu (13/08/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE, M.Si, menekankan pentingnya sinergi ini. "Kami berharap bahwa semua yang kita lakukan di hari ini memberikan kesempatan untuk bagaimana kita menatap masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus kita," ujar Sarles. 

Ia menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Sarles juga meluruskan persepsi tentang program Keluarga Berencana (KB) yang sering dianggap sebagai pembatasan kelahiran. "Tanah Papua luas, justru lebih luas daripada Pulau Jawa. Namun, yang hari ini kita lakukan dengan perkembangan-perkembangan saat ini mengikuti Asta Cita Presiden itu untuk mengamankan bagaimana kita berada pada posisi pembangunan kualitas sumber daya manusia," tegasnya.

Menurut Sarles, program ini merupakan bagian dari Asta Cita 4 dan merupakan fokus perhatian utama, baik dalam pembangunan fisik maupun non-fisik. Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.

Sementara itu, sambutan dari Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Papua Tengah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Tumiran, S.Sos.,M.AP, menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah. 

"Kami sangat menyambut baik momen ini. Ini merupakan penguatan bagi kami dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan dan juga dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Provinsi Papua Tengah," kata Tumiran.

Provinsi Papua Tengah, sebagai daerah otonomi baru yang dimekarkan pada tahun 2022, menghadapi berbagai tantangan unik dalam implementasi program KB. Tantangan ini mencakup aspek sosial dan geografis yang memerlukan pendekatan khusus. Namun, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu fokus utama yang disorot adalah pemberantasan kemiskinan dan peningkatan akses pelayanan kesehatan. 

Tumiran menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan secara terpadu untuk memastikan seluruh masyarakat Papua Tengah mendapatkan hak-hak dasar mereka, terutama dalam hal kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga.

Secara spesifik, program pengendalian penduduk dan keluarga berencana di Papua Tengah dihadapkan pada tantangan yang signifikan. Data menunjukkan tingginya kebutuhan yang tidak terpenuhi (unmet need), yang mencapai angka 48,8 persen. Ini menandakan bahwa hampir separuh dari pasangan usia subur di provinsi ini belum mendapatkan akses atau informasi yang memadai tentang program KB.

Oleh karena itu, penguatan program 5 Quick Wins ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi tantangan tersebut. Melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan masif, BKKBN dan pemerintah daerah akan bekerja sama untuk meningkatkan cakupan layanan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Melalui sinergi ini, diharapkan pembangunan di Papua Tengah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada fondasi yang paling penting: manusia. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, Provinsi Papua Tengah siap menapaki masa depan yang gemilang dan menjadi motor penggerak pembangunan di Tanah Papua.(sam/edi)