NABIRE - Bertempat di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah di Nabire diselimuti suasana khidmat pada Minggu, 17 Agustus 2025. Ratusan masyarakat, tokoh dan pejabat pemerintah berkumpul untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini menjadi simbol kokohnya persatuan dan semangat kebangsaan di Bumi Cenderawasih, khususnya Provinsi Papua Tengah.

Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Tengah, termasuk Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits W.R. Pelamonia, menjadi sorotan utama. Brigjen Frits tampak berdampingan dengan Kapolda Papua Tengah, Gubernur dan Ketua DPR Papua Tengah, menunjukkan sinergi kuat antara TNI, Polri dan pemerintah daerah. Soliditas ini merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan memajukan wilayah.

Upacara dimulai tepat pukul 08.00 WIT dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen paling sakral adalah ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) melangkah dengan tegap dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Seluruh peserta upacara, dari pejabat hingga pelajar, berdiri tegak memberi hormat penuh. Prosesi ini tidak hanya ritual, tetapi juga pengingat akan beratnya perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

Paskibraka yang telah dikukuhkan sehari sebelumnya menunjukkan performa terbaiknya. Mereka adalah putra-putri terbaik Papua Tengah yang dilatih dengan disiplin tinggi, mencerminkan generasi muda yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Keberhasilan mereka mengibarkan bendera dengan sempurna disambut tepuk tangan meriah, menandakan kebanggaan yang mendalam dari seluruh hadirin.

Dalam pidatonya, Gubernur Papua Tengah menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai perjuangan. Meki Nawipa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu, mengesampingkan perbedaan dan fokus pada pembangunan. Pidato ini disambut antusias, membangkitkan semangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.\

Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara tambahan yang penuh makna sosial. Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi meluncurkan program pendidikan gratis bagi siswa sekolah, sebuah langkah konkret untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. 

Program ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan membuka pintu kesempatan yang lebih luas bagi generasi penerus. Selain itu, Forkopimda juga memberikan remisi tahanan dan santunan kepada ahli waris, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. 

Pemberian remisi merupakan wujud nyata dari sistem hukum yang humanis, sementara santunan menjadi dukungan moral dan materiil bagi keluarga yang membutuhkan.

Suasana kebersamaan semakin kental saat sesi foto bersama digelar. Pejabat, tokoh Masyarakat dan perwakilan pelajar berbaur, berpose bersama dengan senyum. Momen ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan cerminan dari harmoni dan kerukunan yang terjalin di Provinsi Papua Tengah.

Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI kali ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen. Dengan semangat yang membara, seluruh komponen bangsa di Papua Tengah siap untuk mengabdi, menjaga kedaulatan negara serta mendukung program pembangunan demi terwujudnya Papua Tengah yang lebih maju dan sejahtera.(sam/humas korem)