NABIRE - Dalam persiapan hari puncak Musyawarah Besar (Mubes) enam Suku Pesisir dan Kepulauan Nabire mengalami hambatan yang berliku-liku, tetapi para pendiri aliansi enam suku pesisir dan kepulauan bersama panitia Mubes I tahun 2026 tetap dalam satu perahu.

Dalam hal tersebut, Mubes 6 suku pesisir dan kepulauan Nabire yang direncanakan digelar pada 9, 10 dan 11 Juli 2026 itu sesuai keputusan bersama di rapat dewan pendiri dan panitia, Senin (6/7/26) memutuskan bahwa kegiatan Mubes diundurkan ke 30, 31 Juli dan 1 Agustus 2026.

Dikatakan Hendrik Andoi, selaku dewan pendiri aliansi enam suku pesisir dan kepulauan di Kabupaten Nabire mengatakan, baik hasil rapat tadi, dengan segala pertimbangan kesiapan panitia, maka musyawarah besar yang sedianya dilaksanakan pada 9, 10, dan 11 Juli itu dimundurkan ke 30, 31, dan 1 Agustus 2026. 

“Sebenarnya 3 suku sudah siap, namun 3 suku yang lain itu belum siap, makanya kami dewan pendiri memutuskan untuk kegiatan Mubes diundurkan,” terangnya. 

Selaku dewan pendiri aliansi enam suku pesisir dan kepulauan Nabire, Hendrik mengajak masyarakat adat 6 suku pesisir dan kepulauan untuk bersama menyukseskan Mubes I ini demi mempertahankan hak datuk di atas tanah ini.

“Mari kitorang semua sukseskan Mubes ini biar kasih tahu ke mereka bahwa kami selaku pewaris Pesisir dan Kepulauan Nabire ada,” pungkasnya. (rob)