Penyerahan Buku Raport di Semua Jenjang Pendidikan Tak Bersamaan
NABIRE - Berdasarkan hasil pantauan media di ini pada semua jenjang satuan pendidikan yang ada di daerah ini, pembagian buku raport hasil akhir semester genap tahun pelajaran 2022/2023 pembagiannya tidak bersamaan.

NABIRE - Berdasarkan hasil pantauan media di ini pada semua jenjang satuan pendidikan yang ada di daerah ini, pembagian buku raport hasil akhir semester genap tahun pelajaran 2022/2023 pembagiannya tidak bersamaan.
Tetapi diharapkan dalam ketentuan pengumuman liburan akhir semester harus disamakan berdasarkan ketentuan kurikulum pendidikan. Karena kurikulum pendidikan merupakan kitab sucinya penyelenggaraan pendidikan yang harus dipatuhi semua sekolah.
Terkait dengan hal itu, Sabtu (17/6/23) Kepala SD Negeri Inpres Kimi, Arifin Paulus yang ditemui Papuapos Nabire, mengatakan, akhir semester genap tahun pelajaran 2022/2023 itu pada tanggal 17 Juni tahun 2023.
Sehingga selaku kepala sekolah bersama seluruh dewan guru SD Negeri Inpres Kimi telah sepakat untuk menyerahkan pembagian buku raport bagi 336 murid pada tanggal 17 Juni. Karena libur sekolah mulai 17 Juni dan masuk sekolah kembali di awal semester ganjil awal tahun pelajaran 2023/2024 pada tanggal 17 Juli tahun 2023.
Pada kegiatan penerimaan buku raport pihak sekolah telah mengumumkan secara resmi kepada seluruh orang tua agar hal ini pula diketahui oleh seluruh orang tua agar selama liburan orang tua bertanggung jawab mengawasi anak-ananya. Selaku kepala sekolah melihat di akhir tahun pelajaran 2022/2023 terlihat tidak semua sekolah membagikan buku raport sesuai kalender pendidikan. Tetapi diharapkan liburan akhir semester harus sama bagi semua satuan jenjang pendidikan.
Ketika ditanya soal kesiapan penerimaan murid baru, Arifin Paulus secara tegas mengatakan, hal ini terus menjadi kendala pihaknya soal ketersediaan jumlah kelas baru atau rombongan belajar yang sangat kurang, sementara jumlah peminat murid baru terus meningkat.
Sehingga memasuki awal tahun pelajaran ini, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan membantu sekolah ini dengan pembangunan 4 ruangan belajar kelas baru. Sebab setiap awal tahun ada ratusan anak yang ditolak karena keterbatasan kekurangan kelas. (des)
Bagikan artikel ini



