DOGIYAI -  Pada kegiatan yang dilaksanakan Sekolah Yayasan Kasih Bapak Dogiyai yang merupakan Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Hababuk Woge Dogiyai, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Dogiyai, Pdt. Obeth Magai menjadi guru yang menarik simpati peserta pendidikan literasi.

Berlatar belakang sebagai guru, sehingga dirinya memberikan pendidikan dan pengetahuan bagi peserta literasi. Selain itu, ikut pelatihan dan bagi pendamping guru dari 18 kelompok guru pra sekolah, yang dibuka oleh Martina Dogomo yang telah menampung anak anak jalanan di sekitar Moanemani.

Sekolah dipinggiran Kali Tuka, Kampung Kimupugi Kabupaten Dogiyai ini, ada juga pra sekolah di Kampung Ekemanida. Sekolah seperti itu ada pula di Mauwa. Anak anak ini ditampung dan dididik semacam sekolah minggu, ungkap Martina Dogomo kepada pemateri Pdt. Obeth Magai sebagai pemateri bimbingan literasi menarik tersebut.

Informasi kehadiran pra sekolah yang dibuka atas kemauan sendiri di Moanemani itu. Sederet mode pendidikan angkatan sebelumnya, seperti yang dialami Obeth.

Dikatakan, pendidikan pada jenjang sekolah yang ada di Kabupaten Dogiyai harus ada dasarnya. Tujuan dan visi dan misinya sekolah dimaksud, walaupun ada beberapa sekolah, seperti Taman Kanak kanak yang dibakar, akibat kerusuhan tahun lalu belum ada kejelasan.

Pemilik yayasan tidak ada, dan kegiatan pengajaran dan pendidikan mogok beberapa bulan di Moanemani ini. Gedung Dinas Pendidikan Dogiyai juga sebelumnya telah menjadi abu sebagai kantor pusat informasi, data base hilang begitu saja.

Pada saat pelatihan literasi ini, Obethssampaikan akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Dogiyai melalui Bupati Dogiyai terpilih nantinya.

Yudas Tebai sebagai mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai, semoga serius menangani bidang pendidikan di Dogiyai. Dirinya, memberikan materi dan bahan sederhana, tapi menarik dan ini menjadi perhatian anak-anak didik sebagai peserta saat itu.

Keluarga menjadi perhatian pertama, maka di Dogiyai kedepan tak ada anak jalanan, mesti diurus baik oleh orangtua asuh dan guru pengasuh di dalamnya lembaga sekolah.

 Saya juga sebagai penyelengara pendidikan SMTK Hababuk Woge di Dogiyai dan pelaksana tugas di Dinas Perpustakaan Arsip peduli terhadap pendidikan di Dogiyai. Usulan yang disampaikan peseta saya tampung. Saya berani sampaikan kepada pimpinan, termasuk bupati terpilih nanti, katanya.

Sebanyak 18 kelompok perpustakaan harus bekerja sama dengan dinas pendidikan. Selain itu, 15 tempat sekolah dasar akan diberi buku buku mata pelajaran. Dirinya sebagai guru tau tentang keberadaan sekolah di Kabupaten Dogiyai.(don)