Penyediaan Obat dan Air, Jadi Masalah Terbesar di RSUD Nabire
NABIRE - Ada dua masalah terbesar yang ada di RSUD Nabire, yakni penyedian obat dan air bersih. Saat ini, masalah penyediaan air bersih sudah dapat diatasi oleh Bupati Nabire. Sehingga kini untuk masalah air bersih sudah teratasi dan kedepan juga akan teratasi.

NABIRE - Ada dua masalah terbesar yang ada di RSUD Nabire, yakni penyedian obat dan air bersih. Saat ini, masalah penyediaan air bersih sudah dapat diatasi oleh Bupati Nabire. Sehingga kini untuk masalah air bersih sudah teratasi dan kedepan juga akan teratasi.
Demikian dikatakan Direktur BLUD RSUD Nabire, dr. Nirwan Sembiring saat ditemui Papuapos Nabire, Selasa (19/7/22) kemarin.
Sementara terkait masalah penyediaan obat, kata dia, hal itu berkaitan dengan kebutuhan dana. Sebab untuk menjawab semua kebutuhan di rumah sakit ini membutuhkan dana antara 15 hingga 22 milyar rupiah. Sementara pihak rumah sakit diberikan dana dari pemerintah untuk tahun ini hanya sebesar 2,2 milyar rupiah. Sementara dana yang tersedia di rumah sakit sendiri hanya sebesar 2 milyar rupiah lebih. Dengan total dana yang ada di RSUD Nabire saat ini sekitar 4,5 milyar rupiah.
Sementara kebutuhan dana untuk pembelian obat mencapai 8 milyar rupiah, pembelian Bahan Habis Pakai (BHP) sebesar 7 milyar rupiah, pembelian reagen 4 milyar rupiah dan pembelian oksigen juga dibutuhkan dana sebesar 2 milyar rupiah. Kata dia, jika kebutuhan dana dapat terpenuhi, masalah obat dipastikan terpenuhi juga.
Sementara itu kendala lain yang juga ada di bidang pelayanan, yakni banyaknya masyarakat dari kabupaten lain yang datang berobat. Solusinya, pemerintah daerah lain selain Nabire harusnya berkomitmen memberikan bantuan dana hibah untuk pembelian obat.
Kendala lain yang sedang dialami RSUD Nabire saat ini adalah kendala dana Jamkespa yang belum ada. Kata dia, seandainya dana ini ada, dipastikan bisa digunakan untuk pembelian obat.
Sedangkan terkait dengan adanya resep yang dibeli di luar apotik rumah sakit, kata dia, sesungguhnya tidak semua obat ditanggung oleh Pronas atau JKN. Sehingga untuk saat ini sedang dicarikan solusinya agar masyarakat tidak jauh-jauh mencari obat.
Pihak manajemen rumah sakit Nabire telah mencari solusi untuk mengatasi persoalan obat. Perlu ada satu apotik swasta yang berada di seputar rumah sakit dan dikelola pihak lain. Dengan harapan masyarakat tidak harus keluar untuk mencari obat.
Dirinya selaku direktur RSUD Nabire sangat berharap semua ini bisa teratasi dan berjalan secara baik demi pelayanan kepada seluruh masyarakat. Harapannya, mudah-mudahan bisa jalan dengan dukungan dana Otsus agar semua masalah ikut teratasi. (des)
Bagikan artikel ini



