Penutupan Sidang Paripurna DPRD Nabire Sepi
NABIRE – Penutupan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Sabtu (5/6) lalu cukup sepi. Karena, kehadiran peserta dan undangan, kurang dari biasanya.

NABIRE – Penutupan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Sabtu (5/6) lalu cukup sepi. Karena, kehadiran peserta dan undangan, kurang dari biasanya.
Walau demikian, sesuai dengan jadwal persidangan, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nabire, H Muhammad Iskandar menutup Sidang Paripurna dalam rangka Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Nabire tahun 2021, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembanguna Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 dan Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah.
Penutupan sidang diawali dengan penandatangan penetapan Peraturan Daerah (Perda) RPJMD dan Pengelolaan Keuangan Daerah, masing-masing Wakil Ketua II, H Muhammad Iskandar dan Bupati Nabire, Mesak Magai didampingi Wakil Bupati Ismail Djamaluddin. Usai penandatangan, Wakil Ketua II DPRD, Muhammad Iskandar menyerahkan memori kepada Bupati Nabire, Mesak Magai.
Melalui pendapat akhir fraksi DPRD Nabire, yang dibacakan Simon Tiranda menyatakan menerima dan menyetujui untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah (Perda).
Dalam penutupan sidang, Bupati Nabire Mesak Magai menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan yang telah membahas dan menetapkan dua Raperda tersebut sebagai payung hukum di dalam pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah.
Dengan ditetapkannya Perda tentang RPJMD, setiap perencanaan pembangunan di daerah akan mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah yang akan dijabarkan oleh setiap organisasi perangkat daerah (OPD) setiap tahun anggaran.
Wakil Ketua II DPRD Nabire, H Muhammad Iskandar usai menutup sidang, saat ditanyai terpisah tentang ketidakhadiran sebagian anggota dewan mengatakan melalui forum sudah sah dan selesai karena sudah menandatangani daftar hadir.
Menurut Iskandar, Pendapat Akhir merupakan ringkasan dari semua fraksi di lembaga DPRD Nabire.
Ketika ditanya kurang banyaknya pejabat lingkungan Pemkab Nabire yang menghadiri penutupan sidang, Iskandar mengatakan hal itu ranahnya Bupati sehingga tidak mau menanggapi ketidakhadiran pejabat dari eksekutif.
Sebelum penjutup sidang paripurna, Muhammad Iskandar menghimbau eksekutif untuk memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada untuk menigkatkan produktifitas kerja sehingga hasil yang kita capai jauh lebih baik. Eksekutif diimbau untuk bekerja dengan kiat, sekalipun dana terbatas tetapi berjuang bersama-sama untuk mencapai hasil yang maksimal dan lebih baik dan maju. (ans)
Bagikan artikel ini



