NABIRE - Bertempat di halaman SMK Kesehatan Anigou Nabire, Kamis (17/7) tepat pukul 24.00 WIT, Kepala Sekolah SMK Kesehatan Anigou Nabire, Blasiu Jemahut, S.Pd secara resmi menutup kegitan Masa Orientasi Siswa MOS tahun pelajaran 2014/2015 dengan membakar api unggun. Tampak pada penutupan MOS 61 murid baru, Ketua Yayasan Arminiah Papua Nabire, Yosafat Nawipa, S.Pd, ketua komite SMK Kesehatan Anigou, Erens E. Rumbobiar dan panitia MOS yang terdiri dari dewan guru dan pengurus OSIS.Dalam sambutan penutupan MOS, Kepala Sekolah SMK Kesehatan Anigou mengatakan, demi kepentingan lembaga dan kemajuan pendidikan diharapkan adanya kerja sama yang baik antara pihak yayasan, sekolah dan komite. Sehingga dapat melahirkan hasil yang baik dalam memajukan pendidikan.Untuk itu kepada anak-anak yang telah mengikuti MOS dari awal hingga akhir dinyatakan lulus dan diterima sebagai murid atau siswa SMK Kesehatan Anigou Nabire untuk tahun pelajaran 2014/2015. Dan apa yang telah diterima selama MOS dapat dijadikan bekal dan pengalaman dalam menimbah ilmu di SMK Kesehatan Anigou.Selaku kepala sekolah bersama dewan guru mengharapkan kepada para siswa dan siswi baru agar menjadi murid yang baik. Dan gunakan waktumu belajar selama 3 tahun di SMK ini untuk mendapatkan pengetahuan, ketrampilan dan moral yang baik. Karena lulusan SMK 80 persen ke dunia kerja dan 20 persen ke perguruan tinggi.Sementara itu, Ketua Yayasan Arminiah Papua Nabire, Yosafat Nawipa, S.Pd juga menambahkan, sebagai anak didik harus gunakan rumus segitiga yaitu ke sekolah, kembali ke rumah dan wajib ke gereja atau tempat ibadah. Dan sebagai siswa dan siswi pada SMK Kesehatan Anigou Nabire, kedepan akan menjadi pelayanan masyarakat di bidang kesehatan dan juga sosial medical. Dengan demikian sebagai murid tidak hanya belajar di sekolah, tetapi di rumah juga harus belajar agar menjadi anak yang berguna bagi keluarga, bangsa dan Tuhan untuk melayani sesama.“Karena suatu keberhasilan bukan datang dari orang lain, tetapi keberhasilan dan kesuksesan itu datang dari kita sendiri. Hal itu harus diraih dengan kerja keras dengan kata lain, kesuksesan ada di tanganmu sendiri,” tutur Nawipa. (des)