NABIRE - Buntut penolakan kapal milik Pelni KM Tidar untuk masuk di Pelabuhan Samabusa Kabupaten Nabire pada 27 Maret 2020 lalu, sejumlah ratusan penumpang tujuan Nabire terpaksa diturunkan di Manokwari. Lantaran belum mengetahui pasti nasib mereka, sebanyak 50 orang penumpang akhirnya nekat menggunakan tiga unit kendaraan, menempuh jalan darat guna kembali ke Nabire, Selasa (31/03) kemarin.Dari 50 orang tersebut, tercatat dan sesuai data dan informasi yang diterima media ini, 6 orang diantaranya adalah anak-anak, sisanya orang dewasa. Pukul 15.00 Wit sore tadi, rombongan tersebut sudah berada di Kampung Arua, Kabupaten Teluk Wondama Nabire.Rombongan akan beristirahat di Kampung Arua dan akan kembali melanjutkan perjalanan menuju Nabire. Diperkirakan rombongan akan tiba di Nabire pada hari Rabu siang (hari ini).Selanjutnya, guna menyingkapi akan kembalinya 50 orang itu Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori menegaskan bahwa rombongan akan didata dan dikarantina setibanya di Nabire nanti.Frans Sayori menegaskan, setelah rombongan penumpang kapal Tidar asal Nabire tersebut tiba di Nabire, mereka akan tetap didata untuk mengetahui alamat domisili mereka di Nabire dan nantinya setelah didata, 50 orang penumpang tersebut diharuskan menjalani masa karantina selama 14 hari di rumah masing-masing.“Mereka tidak usah takut. Ini protap jadi tetap mereka akan diperiksa, karena ada surat-surat hasil pemeriksaan yang dorang (mereka) isi supaya torang (kita) tahu dong pu alamat untuk tetap mereka di rumah selama 14 hari karena dorang dari luar,” kata Frans Sayori, seperti dilansir salah satu media online.Sementara itu, jika sudah tiba di Nabire, maka sesuai petunjuk dari Kepolisian Resor Nabire, diwakili langsung Kabag Ops Polres Nabire Kompol Samual D. Tatiratu, S.IK, maka rombongan akan diperiksa terlebih dahalu di Polsek Nabire Barat dan selanjutnya akan diarahkan oleh tim dari gugus tugas Covid-19 Kabupaten Nabire.(wan)