NABIRE - Dalam pemaparan video yang ditampilkan oleh Pakar HIV/AIDS, Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM menerangkan, pasien meninggal biasanya bukan karena virus HIV/AIDS merupakan akibat infeksi yang disebut Oportunistik, dan ada banyak sekali jumlah oportunistik yang bisa masuk ke tubuh orang dengan penyakit HIV/AIDS, bisa juga terkena Kanker serviks.

"Ada cukup banyak pasien yang bisa tertolong kalau segera mendapatkan pengobatan terhadap infeksi oportunistiknya," katanya dalam pemutaran video di LPP RRI, Senin (16/6/2025) kemarin. 

Seorang yang sudah terinfeksi HIV/AIDS tidak bisa dibedakan hanya dengan melihat saja, setiap pengidap HIV positif bisa terlihat sehat dan normal. Sama persis dengan orang normal lainnya, dan jangka waktu yang panjang bahkan bisa sampai 10 tahun.

Penularan HIV lewat cairan tubuh tertentu, yaitu lewat cairan kelamin, Asi, dan darah. Orang sehat bisa tertular HIV kalau terjadi perpindahan cairan tubuh yang terinfeksi HIV tersebut.

Adapun penularan yang utama, yaitu melalui penularan melalui hubungan seksual, melalui jarum suntik narkotik misalkan setelah dipakai oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan dipakai lagi oleh orang lain, pemakaian jarum suntik bersama. 

"HIV tidak menular melalui keringat, makan dengan menggunakan alat makan yang sama tidak menularkan HIV, dikarenakan air liur tidak membawa virus ini," ujarnya.

Kepala Puskesmas Bumi Wonorejo, dr. Pinky Panca Wardani, dalam pemaparannya terkait virus HIV/AIDS mengatakan, tadi mendengar semuanya dari data 22.000 yang pernah ditest dan positif HIV, tetapi sekarang yang berobat dan yang tercatat di layanan hanya 4.000, lalu yang lain kemana. 

"Ini jadi tugas kita bersama dan memastikan mereka masih ada tidak, kemudian mereka minum obat baik tidak. Karena kalau mereka tidak meminum obat mereka akan memberikan sakit tersebut kepada orang lain lagi," katanya.

Jumlah terbesar yang mengidap kasus HIV/AIDS di Papua Tengah ada di perempuan, dan menjadi kelompok yang sangar rentan, bahkan perempuan saja kalau tidak diobati setelah terkena HIV dan menghasilkan anak, maka anak tersebut pengidap HIV.(edi)