NABIRE - Perum Bulog Cabang Nabire, Papua Tengah, menyampaikan bahwa penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Sejak awal Maret hingga pertengahan Oktober 2026, total penjualan beras program pemerintah ini telah menembus angka sekitar 1.800 ton.

Peningkatan volume penjualan tersebut berbanding lurus dengan makin bertambahnya jumlah mitra distribusi di wilayah Nabire dan sekitarnya. Saat ini, volume penjualan beras SPHP mampu mencapai 70 hingga 80 ton setiap pekannya untuk membantu menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Kepala Perum Bulog Cabang Nabire, Abdul Azis, menjelaskan keberhasilan perluasan jangkauan ini tidak lepas dari partisipasi aktif para pedagang lokal. Kehadiran para mitra baru dinilai sangat membantu mempercepat penyaluran beras murah bersubsidi ini secara lebih merata.

“Per minggu kemarin itu sempat sampai sekitar 70 sampai 80 ton. Karena mitranya semakin banyak, hampir setiap hari kami menerima mitra baru,” ujar Abdul Azis saat memberikan keterangan kepada awak media di halaman Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada sekitar 46 mitra resmi yang terdaftar dan aktif memasarkan beras SPHP di Kabupaten Nabire. Pihaknya terus membuka ruang kerja sama bagi para pedagang yang ingin bergabung guna mempermudah akses masyarakat dalam mendapatkan beras berkualitas.

Kendati mengalami kenaikan harian yang positif, total realisasi penjualan beras SPHP di wilayah Nabire tercatat baru mencapai sekitar 48 persen dari target hulu yang ditetapkan. Bulog Nabire bersama pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan penyaluran agar target tahunan dapat terpenuhi dengan baik.

Di sisi lain, secara nasional penyaluran beras SPHP telah melampaui target awal, sehingga Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan penugasan tambahan kepada Perum Bulog. Berbagai cabang Bulog di wilayah Papua pun terus memacu pendistribusian guna menyukseskan program stabilisasi harga tersebut.

Masyarakat mengimbau agar tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras di tingkat lokal. Saat ini, gudang Bulog Cabang Nabire mencatat ketahanan stok yang sangat aman, yakni berada di atas angka 2.000 ton beras siap salur.

Guna memperkuat cadangan pangan daerah, Bulog Nabire juga sedang menunggu kedatangan pasokan tambahan sekitar 5.000 ton beras yang dikirimkan secara bertahap. Persediaan cadangan beras pemerintah ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan rutin maupun momentum antisipasi fluktuasi harga.

Selain distribusi reguler melalui mitra pasar, Bulog Nabire juga aktif mendukung kegiatan Gerakan Pangan Murah dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia 2026.

Sebanyak dua ton beras SPHP disiapkan secara khusus dalam kegiatan tersebut agar dapat dibeli langsung oleh masyarakat dengan harga yang terjangkau. (sam)